Pemerintah Provinsi Sultra Komitmen Kendalikan Lonjakan Inflasi

Jajaran pengawai pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kemendagri secara virtual.

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk mengendalikan lonjakan inflasi yang terjadi.

Dalam rapat koordinasi yang dihelat secara virtual melalui Zoom Meeting oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin (22/4/2024, Pemerintah Provinsi Sultra aktif berpartisipasi dalam upaya bersama untuk menangani masalah inflasi yang tengah menghantui stabilitas ekonomi.

Bacaan Lainnya
 

Rapat virtual tersebut, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, menggarisbawahi pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan strategi yang efektif untuk menanggulangi lonjakan inflasi.

Selain itu, rapat juga menjadi forum bagi pertukaran informasi, pengalaman, dan strategi dalam menghadapi tantangan pengendalian inflasi di tingkat daerah.

Tito Karnavian menyoroti perlunya kepala daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing serta untuk mencari tahu penyebab naik turunnya harga-harga tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi masalah inflasi ini.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sultra juga telah mengambil langkah-langkah konkret dalam menangani lonjakan inflasi. Diantaranya dengan telah menggelar rapat bersama para pemangku kepentingan lokal guna mengidentifikasi penyebab kenaikan dan penurunan harga-harga kebutuhan pokok serta merumuskan strategi pengatasannya.

Pada kesempatan tersebut, Tito Karnavian mengingatkan akan pentingnya pendistribusian beras dan jagung dengan cepat dan dengan harga yang wajar. Ia meminta agar harga-harga komoditas tersebut tidak melonjak atau merosot secara drastis, demi menjaga keberlangsungan ekonomi para petani.

Data inflasi terbaru menunjukkan bahwa pada bulan Maret 2024, tingkat inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara berada di angka 2,93 persen, sementara indeks perkembangan harga pada Minggu ketiga April 2024 menunjukkan angka -1,61, menandakan adanya deflasi.

“Indeks perkembangan harga M3 April 2024 yang mengalami deflasi terdalam, salah satunya dari kabupaten Bombana dengan perubahan IPH -6,96 persen,” ujar Tito

Salah satu tantangan utama adalah komoditas-komoditas yang paling sering memberikan andil terhadap inflasi, seperti tarif angkutan udara, daging ayam ras, dan daging sapi.

Berdasarkan pemantauan harga, beberapa komoditas pangan mengalami peningkatan harga, seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging ayam ras, dan gula pasir.

Komitmen kuat dan langkah-langkah konkret yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Sultra menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Dengan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan lonjakan inflasi yang terjadi dapat segera diatasi, sehingga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan tetap terjaga.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait