Kendari, sultrademo.co – Indonesia sebagai negara yang heterogen maka tentunya perbedaan dan keberagamaan adalah suatu rahmat yang harus tetap dijaga eksistensinya sebab itu bagian dari menjaga keutuhan dan persatuan bangsa dan negara.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara yang bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Bidang Litbang Kementrian Agama Republik Indonesia menggelegar kegiatan Pelatihan Penggerak dan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama (PMB) pada Jumat (20/05/22).
Kegiatan ini diselenggarakan di salah satu hotel di Kendari mulai 20 Mei s.d 23 Mei 2022 dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kapus Diklat Tenaga Administrasi, Kapus Diklat Tenaga Teknis, Kapus KUB Tenaga Teknis, Kanwil Kemenkum HAM dan para tokoh agama.
Kepala Kemenag Sultra, Zainal Mustamin mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader moderasi beragama yang memiliki cara pandang, sikap dan praktek beragama dengan cara moderat serta menaati konstitusi yang ada.
“Serta dapat membangun role model moderasi beragama yang mampu mendeleminasikan esensi moderasi beragama dilingkungannya masing-masing” tuturnya.
Mantan Kepala Kapala Departemen Agama (Kandepag) Kota Kendari ini juga mengharapkan dengan adanya kegiatan tersebut umat beragama dapat memposisikan diri secara tepat dalam masyarakat multireligius sehingga terjadi harmonisasi sosial dan keseimbangan kehidupan sosial.
“Sehingga perlu adanya keterlibatan secara aktif dari seluruh komponen bangsa untuk menjaga kerukunan umat beragama,” harapnya.






