Polisi Bekuk Pengedar Narkotika Jaringan Lapas Kendari

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Ditresnarkoba Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil membekuk seorang pemuda berinisial Y (21) yang diduga menjadi pengedar narkotika golongan I jenis sabu jaringan Lapas Kelas IIA Kendari.

“Pada hari Senin tanggal 04 Mei 2020 jam 20.00 WITA, Team Opsal yang dipimpin oleh Plh Kanit 1 Subdit 3 AKP Muh Ogen. Mendapat Laporan bahwa tersangka sedang memiliki dan menguasai narkotika golongan I Jenis sabu, kemudian Team Opsnal melakukan observasi di rumah orang tua tersangka dan mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan berada di dalam rumah, kemudian team melakukan penangkapan dan penggeledahan dalam rumah yang disaksikan RT setempat, namun tidak menemukan BB narkotika jenis sabu,” ujar Kasubdit Penmas Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi, di Kendari, Selasa (5/5/2020).

Bacaan Lainnya

Tak menemukan barang bukti, polisi pun kemudian melakukan pengembangan di rumah keluarga tersangka.

“Setelah tersangka ditangkap, tim melakukan pengembangan di rumah keluarga tersangka di Jalan R Suprapto, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu”

“Kemudian tim melakukan pengeledahan rumah yang disaksikan RT setempat dan dan menemukan satu sachet narkotika jenis sabu, satu buah alat pres sabu, satu bungkus plastik sedang yang berisikan beberapa sachet kecil,”tambah Mulyadi.

Kemudian tersangka mengaku bahwa masih mempuanyai narkotika golongan 1 jenis sabu yang disembunyikan di sudut garasi rumah orang tuanya di Jalan Rambutan, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

“Tim kembali melakukan pengembangan di rumah tersebut dan melakukan pengeledahan ulang yang di saksikan RT setempat. Ditemukan satu paket diduga narkotika golongan 1 jenis sabu beserta satu buah timbangan yang terbungkus kantong plastik kresek warna hitam,” terang Mulyadi

Kemudian tim melakukan upaya pengembangan namun jaringan terputus. Selanjutnya tim Opsnal Subdit 3 membawa tersangka dan barang bukti di Mako Ditresnarkoba untuk dilakukan proses penyidikan.

“Modus operandi tersangka yakni menguasai, memiliki dan mengedarkan narkotika jenis sabu dengan cara tempel serta dikendalikan dari dalam Lapas Kelas IIA Kendari,”tutur Mulyadi

Akibat perbuatanya tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana Mati Pidana Penjara Seumur Hidup atau Pidana penjara paling singkat enam tahun serta paling lama 20 tahun.

Pos terkait