Polres Konawe Diminta Tindak Preman di Lingkar Tambang Morosi

Unaaha, Sultrademo.co– Selama beberapa tahun operasi, perekrutan tenaga kerja di PT VDNI dan OSS dinilai kurang profesional bahkan ada praktek-praktek pungutan dan premanisme yang diduga dilakukan oleh orang yang mengatasnamakan masyarakat lingkar tambang.

Ilham Kiling Ketua Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu Konawe (KMMB) membeberkan pengalaman pribadinya. Kata dia premanisme memang benar adanya dan terbukti ketika dirinya pernah melakukan atau menyampaikan aspirasi masyarakat tapi selalu saja dihadang dan diperhadapkan dengan orang-orang sekitar tambang.

Sebab itu, dirinya meminta Polres Konawe tegas memberantas tindakan premanisme di Morosi. Termaksud provokator yang kerap menjadi pemicu kekacauan.

tengah post

Berkaitan dengan perekrutan tenaga kerja yang diambil alih oleh Pemda Konawe. harusnya kata Kiling didukung bersama. Karena akan menghilangkan praktek-prakter kotor.

tengah post 2

Adapun kejadian sekolompok orang yang melakukan pemalangan atau aksi menolak atau tidak sepakat perekrutan tenaga kerja diambil alih oleh Pemda Konawe, itu tidak usah dihirukan.

“Ini adalah contoh bahwa bisa jadi mereka kehilangan lahan olahan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan disisi lain sangat merugikan masyarakat lokal atau di luar Sulawesi tenggara yang ingin mencari kerja,” katanya.

“Saya meminta secara tegas kepada Pemda Konawe untuk tegas dan khususnya menyampaikan kepada pihak Camat dan para kepala desa yang ada di Morosi agar menertibkan masyrakatnya,” pintanya.

Laporan : Jumardin

 

Berlangganan Berita Terbaru Sultrademo.co!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.