Kendari, Sultrademo.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan langkah tegas pemerintah bersama TNI dalam memblokir Pulau Bangka dan Belitung (Babel) sebagai upaya memberantas aktivitas tambang timah ilegal yang merugikan negara.
Prabowo mengungkapkan, langkah tersebut diambil setelah menerima laporan adanya sekitar 1.000 tambang timah ilegal yang beroperasi di wilayah Babel. Akibat maraknya penambangan liar dan penyelundupan, Indonesia kehilangan hingga 80 persen produksi timah nasional.
“Saya katakan ini harus dihentikan,” tegas Prabowo saat berbicara dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025, Kamis (16/10/2025).
Sebagai bentuk tindak lanjut, pemerintah kini menjalankan program pelatihan militer di wilayah perairan Bangka Belitung menggunakan kapal perang, pesawat terbang, helikopter, dan drone. Program tersebut juga sekaligus menjadi sarana pengawasan ketat terhadap aktivitas keluar-masuk kapal di kawasan tersebut.
“Kami memblokir kedua pulau tersebut. Tidak ada kapal yang boleh masuk atau ke luar tanpa kami tahu apa yang ada di dalamnya,” ungkap Prabowo.
Dalam operasi di lapangan, Prabowo menyebut pihaknya berhasil menemukan sebuah kapal sampan yang mengangkut peti-peti berisi batangan timah dan logam tanah jarang. Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pemblokiran wilayah telah membuahkan hasil signifikan.
“Kami menghitung dari operasi ini, negara berhasil diselamatkan dari kerugian mencapai beberapa miliar dolar. Tahun depan, produksi timah diharapkan bisa kembali ke posisi semula, bahkan tiga sampai empat kali lipat dari tahun lalu,” ujarnya optimis.
Selain penambangan ilegal, Prabowo juga menyoroti masalah kebun sawit ilegal yang masih menjadi warisan persoalan dari pemerintahan sebelumnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sekitar 5 juta hektare lahan sawit yang melanggar hukum.
“Saya disumpah untuk menegakkan hukum. Maka saya perintahkan Jaksa Agung dan BPKP untuk melakukan investigasi. Jika ada pelanggaran hukum, cabut konsesinya,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Prabowo, kini telah berhasil memulihkan 3,7 juta hektare lahan sawit ilegal, meski masih ada dua perkebunan besar yang belum dapat dieksekusi meskipun sudah memiliki putusan Mahkamah Agung.
“Saya bilang laksanakan, eksekusi. Kalau takut, saya perintahkan TNI untuk mendampingi Kejaksaan Agung dan auditor negara. Lindungi mereka, masuk ke lokasi, dan lakukan penyitaan. 100 ribu hektare kita ambil alih dan tidak ada masalah,” tutur Prabowo dengan tegas.
Presiden menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinannya akan terus menegakkan hukum dan memulihkan aset negara yang selama ini dikuasai secara ilegal. Langkah-langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mengembalikan kedaulatan sumber daya alam Indonesia.
Laporan: Arini Triana Suci R










