Prabowo Subianto: Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Ketgam : Rapat kerja pemerintah, anggota kabinet merah putih beserta seluruh Eselon I K/L&Dirut BUMN. Foto: ist.

Jakarta, Sultrademo.co — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran kabinet, pimpinan lembaga, hingga direksi BUMN dalam rapat kerja nasional pada 8 April 2026. Dalam arahannya, Presiden menyoroti capaian pemerintahan selama satu setengah tahun sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi gejolak global.

Menurut Presiden, sejak awal masa pemerintahan pada Oktober 2024 hingga April 2026, pemerintah telah menunjukkan kinerja yang efektif dan terukur, meski dunia tengah dilanda ketidakpastian akibat konflik dan krisis di berbagai kawasan.

Bacaan Lainnya
 

“Dalam satu setengah tahun ini, alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik,” ujar Presiden.

Ia menekankan bahwa tantangan global yang dihadapi saat ini sejalan dengan peringatan United Nations terkait potensi krisis pangan, energi, dan air. Namun, Presiden menilai Indonesia berada dalam posisi relatif aman karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama dalam sektor air dan energi.

Di tengah konflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi dunia, Presiden menyebut kondisi Indonesia masih terkendali. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas, termasuk memastikan subsidi bahan bakar tetap dinikmati oleh mayoritas rakyat.

“Untuk BBM bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” tegasnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah maraknya disinformasi di era digital. Ia mengingatkan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa.

Meski demikian, ia meminta seluruh elemen pemerintahan tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh kritik yang tidak konstruktif. Ia mengibaratkan pembangunan sebagai kerja kolektif, di mana tidak semua pihak harus terlibat, namun proses tetap harus berjalan.

Selain itu, Presiden menegaskan komitmen pemerintah terhadap prinsip demokrasi dan konstitusi, serta pentingnya menjaga konsensus nasional seperti yang tercermin dalam Sumpah Pemuda 1928 dan lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam bidang ekonomi dan energi, Presiden menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian, termasuk melalui pengembangan energi alternatif dari sumber daya domestik seperti batu bara dan biomassa.

Ia juga mengungkapkan sejumlah program strategis, di antaranya pembangunan 1.000 desa nelayan yang ditargetkan mulai terealisasi pada akhir 2026, serta percepatan penanganan sampah nasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Di sektor keagamaan, pemerintah berencana menurunkan biaya haji tahun 2026 sekitar Rp2 juta, sekaligus mempercepat masa tunggu jemaah. Selain itu, Indonesia juga tengah menyiapkan kawasan permukiman haji di Makkah serta menjajaki kerja sama penerbangan dengan Arab Saudi guna menekan biaya transportasi.

Tak hanya itu, Presiden juga memerintahkan evaluasi besar-besaran terhadap izin usaha pertambangan (IUP) yang dinilai bermasalah, khususnya yang berada di kawasan hutan. Ia menegaskan tidak akan ragu mencabut izin yang tidak sesuai aturan demi kepentingan nasional.

Menutup arahannya, Presiden menyatakan optimisme terhadap masa depan Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Bagi saya Indonesia cerah. Di saat banyak negara susah, kita berada dalam kondisi yang jauh lebih baik,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait