Sultrademo.co- Proyek infrastruktur tahun 2019 Jembatan dan Bronjong di Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang menelan anggaran miliaran rupiah dikerjakan asal-asalan.

Hal itu terkuak saat anggota DPRD Konsel melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di daerah pemilihan (dapil) II yang meliputi Kecamatan Benua, Basala, Angata, Landono, Mowila, Sabulakoa, Ranomeeto Barat, dan Kecamatan Ranomeeto.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Konsel, Hasmawati mengaatakan pengerjaan paket jembatan dan bronjong tersebut baru enam bulan dikerjakan sudah kondisi ambruk.

“Kami menilai saat turun langsung di lapangan, kontraktor yang melakukan pengerjaan bronjong dan jembatan itu terkesan asal-asalan,” jelas Hasmawati, Rabu (10/6/2020).

Politisi Partai Gerindra ini menyesalkan anggaran yang begitu besar untuk membangun jembatan dan bronjong tetapi hasilnya tidak maksimal. “Padahal anggarannya cukup fantastis sebesar Rp 4,8 Miliar. Namun kesannya dikerjakan asal jadi,” terangnya.

Atas hal itu, dirinya mempertanyakan seperti apa kinerja konsultan pengawas proyek itu.

“Kami mempertanyakan konsultan pengawasnya dimana pada pelaksanaan proyek ini. Kok belum lama dikerjakan sudah ambruk dan terkikis air (bronjong, red),” herannya.

Ia menilai proses pengerjaan bronjong yang dilakukan oleh kontraktor tidak dilakukan penurapan dan kuku pada bronjong tidak melalui proses penindikan sehingga mudah tergerus oleh air sungai.
Selain itu lanjutnya, di permukaan jembatan terdapat genangan air. “Seharusnya di permukaan jembatan itu tidak boleh ada genangan air meskipun terdapat pipa pembuangan. Harapan saya pemerintah dalam hal ini dinas terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum harus memanggil kontraktornya untuk melakukan pembenahan atas pekerjaan itu,” harapnya.

Baca Juga :  Kisah Sufi Syaqiq al-Balkhi dan Sayap Patah

Menurutnya, pengerjaan proyek tersebut telah gagal. Sehingga dinas terkait tidak boleh melakukan proses pencairan dari dana pemeliharaan pengerjaan itu.

“Sebab ketika pengerjaannya dikerjakan asal-asalan maka kita sangat menyangkan uang negara yang sia-sia. Disisi lain masyarakat tidak menikmati manfaatnya. Telebih lagi dengan jebolnya bronjong tersebut akan kembali berdampak banjir yang melanda perumahan warga sekitar,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Konsel, Samsul Alam mengatakan jika pengerjaan proyek jembatan dan bronjong tersebut dikerjakan oleh CV Septi Jaya.

Samsul mengaku pengerjaan fisik sudah dikerjakan 100 persen dan telah diajukan Surat Perintah Pembayaran (SPP) di 2019 lalu.

“Tapi menurut informasi dari rekanan baru 80 persen dibayarkan. Selain itu, kita keluarkan denda perpanjangan waktu dari Desember sampai Januari senilai Rp 200 juta lebih. Kalau ada yang rusak masih tanggung jawab perusahaan (CV Septi Jaya). Sebab sampai saat ini pembayaran retensi belum dilaksanakan,” tutupnya

 

Komentar