Kendari, Sultrademo.co – Musibah banjir yang melanda Kota Kendari pada Rabu (6/3/2024) malam telah meninggalkan luka yang mendalam bagi penduduk setempat. Namun, dalam situasi sulit ini, keprihatinan dan semangat kemanusiaan tidak pernah absen dari pemimpin Kota Lulo.
Penjabat (Pj) Walikota Kendari Muhammad Yusuf tidak ragu-ragu untuk turun ke lapangan bersama Sekretaris Daerah Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, guna meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir pada Jumat (8/3/2024). Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan utama apa saja yang harus segera dipenuhi bagi warga korban.
“Saya selaku Penjabat Walikota tentu prihatin dengan kondisi yang ada saat ini,” ungkap Yusuf kepada awak media, Jumat (8/3/2024).
Dari informasi yang berhasil dihimpun, terdapat enam lokasi kunjungan Pj Walikota yang menjadi fokus peninjauan dalam upaya membantu korban banjir.

Yusuf menegaskan bahwa bencana yang melanda adalah tanggung jawab bersama. “Tidak ada yang menduga dan memprediksi akan musibah yang datang,” katanya dengan tulus.
Dalam kunjungannya, Muhammad Yusuf tidak hanya memberikan bantuan material seperti mie instan dan telur melalui PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Kendari, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada warga korban banjir.
Dengan penuh semangat, ia berkomitmen akan memberikan bantuan yang lebih lanjut kepada mereka yang terkena dampak, serta memberikan motivasi untuk tetap kuat dalam menghadapi cobaan.
Tindakan dan kata-kata Muhammad Yusuf tidak hanya sekadar simbolis, tetapi merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan kesetiaan terhadap prinsip kemanusiaan. Semangat dan komitmennya memberikan harapan bagi warga yang terdampak, bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan ini.
“Karena persoalan becana sekali lagi saya katakan adalah urusan bersama, semua pihak harus terlibat, baik dunia usaha, swasta, akademisi, mediapun,” ungkapnya.
Ditegaskannya, tidak ada yang menginginkan bencana terjadi tetapi situasi ini adalah murni dari faktor alam. “Tidak ada yang bisa merencanakan, tidak ada yang bisa menduga, ini semua fenomena alam, karena itu kita harus jaga alam agar alam jaga kita,” tandasnya.








