Sidang Kedua Kasus Pembunuhan Presenter TVRI Aditya berlangsung Haru

  • Whatsapp

KENDARI, Sultrademo.co – Sidang kedua kasus pembunuhan Presenter TVRI Aditya(55) dengan wacana mendengarkan keterangan saksi berlangsung haru. Adapun sidang tersebut turut menghadirkan dua saksi terkait, yaitu adik korban, AY dan seorang penjaga warung, EM.

Ketika AY ditanyakan oleh majelis hakim perihal kronologis pembunuhan yang dilakukan Achfi Suhasim(29) terhadap Aditya, seketika itu isak tangis langsung memenuhi ruang persidangan. Jelasnya bahwa ia merasa tidak terima dengan pembunuhan keji yang dilakukan oleh tersangka.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap pengadilan memberikan hukuman yang seadil-adilnya, karena ini sudah mengambil nyawa seseorang dan tidak bisa dikembalikan lagi. Saya tau kakak saya itu orang baik mengapa tersangka tega melakukan hal sekeji itu. Ditambah lagi pukulan yang diterima oleh istri dan anak-anak dari kakak saya mendengar fitnah-fitnah yang beredar,” ungkapnya saat diwawancarai.

Saksi lainnya, EM menerangkan pelaku memang datang di warungnya untuk membeli 2 botol air minum kemasan untuk membersihkan diri dari kotoran darah.

“Pada saat pelaku datang dia langsung membeli sebotol air minum kemasan berukuran sedang untuk membersihkan diri diluar warung. Merasa tidak cukup kemudian dia membeli satu botol lagi untuk membersihkan diri, setelah itu pelaku memesan hansaplas untuk menutup luka ditangannya dan sempat saya bantu dimana tersangka mengaku kalau luka tersebut akibat kecelakaan,” terang EM.

Sementara pengacara tersangka, Afiruddin Mathara, SH mengaku bahwa untuk saat ini masih menghadirkan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), dimana saksi yang dihadirkan telah memberikan petunjuk-petunjuk.

“Faktanya seperti tadi bahwa saksi juga tidak melihat langsung kejadian. Untuk mengungkap perkara ini belum bisa, paling tidak kesaksian tersebut hanya memberikan petunjuk-petunjuk. Kedepannya nanti apakah akan ada saksi yang meringankan hukuman atau tidak, kita masih lihat faktanya kedepan seperti apa,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan dari Jaksa Penuntut Umum(JPU), Romadu Novelino, SH bahwa persidangan akan dipercepat, dimana JPU akan menghadirkan 10 saksi.

“Kita akan percepat proses persidangannya dimana untuk hari ini kami hadirkan 2 saksi yang saling berkaitan. Adapun berdasarkan keterangan saksi penjaga warung, EM juga membenarkan bahwa tersangka sempat membeli 2 minuman kemasan untuk mencuci tangan dan badan setelah melakukan perbuatannya,” jelasnya.

Diketahui bahwa atas perbuatan tersebut tersangka, Achfi Suhasim di dakwah oleh JPU dengan pasal 340 subsider pasal 338 dan lebih subsider pasal 351 KUHP, tentang pembunuhan berencana yang merampas nyawa orang lain dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau dalam jangka waktu yang ditentukan, paling lama 20 tahun.

Laporan : Irvan
Editor : AK

Pos terkait