Simpang Siur Data 9 TKA Masuk Kabaena Selatan Di Tengah Darurat Covid-19

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co (31/3/2020) – Simpang siur informasi TKA asal Tiongkok yang masuk melalui jalur laut di Kabaena Selatan Kabupaten Bombana dari Bira, Sulawesi Selatan membuat publik bingung.

Pasalnya, Kadis Kesehatan Bombana, yang juga Jubir Covid-19 Bombana dr. H. Sunandar MMKes memberi informasi Hoaks.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya membenarkan informasi adanya TKA asal Tiongkok tersebut, namun tiba-tiba membantah pernyataannya sendiri di media yang berbeda.

Sebelumnya, dr. Sunandar mengatakan, 9 TKA tersebut sejauh ini bukan Orang Dalam Pantauan (ODP) covid-19. Namun meski tak masuk dalam daftar ODP ataupun PDP covid 19, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap 9 TKA tersebut. Ia mengaku pihaknya masih memantau kondisi para pekerja itu.

“Jadi secara SOP kami itu namanya Seleb monitoring, dimana mereka monitoring dirinya sendiri kemudian di monitoring oleh satgas dalam hal ini tim surveylans puskesmas,” terang Sunandar saat diwawancarai Sultrademo.co Minggu (29/03/2020).

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, menampik informasi tersebut. Ia menerangkan bahwa hanya satu orang saja dari rombongan tersebut yang merupakan TKA. Ia menjelaskan bahwa rombongan tersebut merupakan pekerja tambang dari Konawe Selatan yang kemudian masuk ke Kabaena Selatan tepatnya di PT. Tekonindo yang berada di wilayah tersebut.

“Jadi informasinya, beberapa tenaga kerja itu dari konawe selatan, hanya satu saja yang WNA asal China,” katanya.

Namun pada Minggu (29/03/2020) seperti dikutip dari www.britakita.id Kadis Kesehatan Bombana, Sunandar membantah pernah mengeluarkan pernyataan ataupun pernah diwawancarai sultrademo.co.

“Saya tidak pernah dihubungi media tersebut, kami juga sudah kroscek info itu, dan info itu tidak betul. Yang ada warga Konsel 9 orang yang baru masuk di Kabaena Selatan bukan TKA Cina. Dan itu sudah dipastikan oleh petugas kesehatan di wilayah tersebut,” Jelas dr. Sunandar seperti dikutip britakita.id.

Terkait kebohongan Sunandar tersebut, wartawan Sultrademo.co berusaha meminta klarifikasi Sunandar, namun tidak banyak direspon. Sunandar hanya mengatakan melalui WA, “Minta maaf ibu kalau ada yang salah… sebagai manusia biasa bisa keliru dalam melayani begitu banyak masyarakat termasuk ke teman-teman media”.

Terkait pernyataan Sunandar seperti dikutip britakita.id bahwa tidak pernah dihubungi sultrademo.co, Redaksi Sultrademo.co memiliki data rekaman audio hasil wawancara Kadis Kesehatan Bombana, Sunandar pada Minggu (29/03/2020).

Pos terkait