Soal Kedatangan 500 TKA Asal China, Ali Mazi : Sudah Penuhi Persyaratan

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang dijadwalkan akan tiba di Sulawesi tenggara (Sultra) 23 Juni mendatang, Gubernur Sultra H. Ali Mazi mengatakan, kedatangan 500 TKA tersebut sudah memenuhi syarat dan perizinan serta ketentuan yang ada.

Setelah sebelumnya Ia mempertimbangkan dan meminta kepada pihak perusahaan untuk menunda hingga bulan ramadhan selesai.

Bacaan Lainnya

“Sekarang udah selesai, mereka datang kembali meminta karena semua persyaratannya sudah dipenuhi, semua persyaratan-persyaratan dan perizinan itu diterbitkan oleh pemerintah pusat,” ungkap Ali Mazi, kepada awak media usai rapat paripurna di gedung DPRD Sultra, Senin 15/6.

Ali Mazi menjelaskan, kedatangan 500 TKA China yang akan bekerja di perusahaan Virtue Dragon Industri (VDNI) itu telah memenuhi ketentuan, termasuk yang paling penting protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi investor datang itu ada tiga syaratnya, kepastian hukum, ketertiban dan keamanan, yah kita jaga tiga syarat ini yang penting,”sambungnya.

“Dan ini satu kesyukuran bagi kita, karena itu adalah perusahaan internasioanal untuk nasional mereka datang berivestasi,” tambahnya.

Selain itu,  lanjut Ali Mazi, PT VDNI merupakan Investor dengan jumlah investasi yang sangat besar yakni 42 Triliun.

“Kita cuma APBD aja, yang hanya 4,2 Triliun, nah ini kita harus jaga, apalagi mereka sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku di negara ini,” paparnya.

Mengenai Covid-19, katanya, protokol kesehatan harus tetap diterapkan.

Ia juga menjelaskan, kebutuhan tenaga ahli PT VDNI adalah alasan kedatangan TKA tersebut. “Karena mereka menggunakan produk dari China, bahasanya China semua, kita kan nda bisa dan satu tenaga kerja asing itu di Back up lima sampai tujuh orang dari orang kita dan ada 11 ribu tenaga kerja kita,”tuturnya.

Sementara, soal pihak DPRD belum memberikan persetujuan terkait kedatangan TKA itu, Ia mengaku akan membahas lebih lanjut dengan DPRD Sultra.

“Kalau DPRD itu kan perwakilan rakyat, tetapi jika DPRD melihat ini untuk kepentingan rakyat, pasti akan mendukung,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait