Kudeta Myanmar 1 februari 2021 yang dilakukan junta militer dibawah kendali Jenderal Min Aung Hlaing, mendapatkan perlawanan dari masyakarat sipil di berbagai lapisan sosial. Masyarakat sipil yang tergabung dalam aksi protes menuntut demokrasi dan hak asasi manusia. Aksi secara damai dibalas junta militer dengan aksi kekerasan dan pembunuhan secara keji dengan menggunakan senjata dan bom yang mengakibatkan korban jiwa dan kehilangan aset rumah dan lain-lainnya.
Dampak kekejaman Jenderal Min Aung Hlaing mengakibatkan anak kecil, perempuan, mahasiswa, buruh dan jurnalis yang tidak bersalah ikut menjadi korban. Sejak bulan februari hingga april ini, militer Myanmar telah membunuh sebanyak 738 orang masyarakat sipil. Sebanyak 250.000 orang mengungsi dan 24.000 orang mengungsi ke negara bagian karen dan 2.000 orang mengungsi ke perbatasan Thailand. Kawan kami yang tergabung dalam Organisasi Rakyat (OR) yang berpusat di kota Yangon ikut menjadi korban kekejian yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia pada maret lalu.

Ironisnya, penjahat kemanusiaan Jenderal Min Aung Hlaing malah diundang untuk menghadiri KTT Darurat Asian yang akan dilaksanakan di Jakarta pada hari sabtu, 24 April lusa.
Berkaitan dengan itu, kami yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Sipil Sulawesi Tenggara menyatakan sikap : pertama , menuntut Jenderal bejat Myanmar Min Aung Hlain untuk tidak menginjakkan kaki di Indonesia. Kedua , menuntut para pemimpin ASEAN menolak pemerintahan junta militer yang tidak sah dibawah kendali Jenderal Min Aung Hlain dan mendukung penuh pemerintahan sah National Unity Goverment (NUG). Ketiga , Menuntut Pemerintah Indonesia untuk menyatakan sikap tegas menolak kudeta militer dan pemerintahan Myanmar dibawah kendali Jenderal Min Aung Hlaing. Keempat , mendukung penuh gerakan revolusi masyarakat sipil Myanmar.
Jaringan Masyarakat Sipil Sulawesi Tenggara
Jaringan Rakyat Pokadulue (JRP) Muna, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari, Forum Swadaya Masyarakat Daerah (ForSda) Kolaka-Sultra, Yayasan Lambu Ina, Lembaga Yakin, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sulawesi Tenggara, Urban Poor Consortium (UPC) Sultra, Yayasan Pengembangan Pelayanan Publik (YAPPLIK) Kolaka, Forum Rakyat Sultra Bela (FRSB) Wawonii, Solidaritas Perempuan (SP) Kendari, Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara.
Kontak
Ajuk – Pokadulue (+62 822-5883-7927)
Djabir – Forsda (+62 812-4265-3219)
Saswal – GMNI (+62 822-8785-9595)
Yustin – Lambu Ina (+62 811-4006-457)
Suprin Yakiin (+62 813-2099-5505)
Muhammad Nasir – KIPP Sultra (+62 852-4190-2910)
Nasruddin Foker – Yapplik (+62 813-4191-6367)
Mando Maskuri – Wawonii (+6285290643815)
Sarni – Solidaritas Perempuan (+62 852-4162-0136)
Mutmainna – Perempuan Pesisir (+62 823-9470-7090)












