Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam hal ini Pj Wali Kota Kendari kembali melakukan peninjauan langsung di lokasi penambangan pasir di Kecamatan Nambo.
Dalam kunjungan bersama Forkompinda tersebut Pj Wali Kota, Asmawa Tosepu menyarankan kepada para pengusaha termasuk para pekerja untuk memastikan bahwa proses pengerjaan pengolahan pasir ini tidak menghasilkan limbah yang mencemarkan lingkungan terutama di Kecamatan Nambo ini ada objek wisata atau destinasi wisata pantai Nambo.
“Posisinya beberapa hari ini memang agak terpengaruh dengan adanya limbah bekas pencucian pasir, tetapi kondisi hari ini ada perubahan pada saat kurang lebih 2 minggu dihentikan operasionalnya sambil kita cari solusinya seperti apa,” tutur Asmawa.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama tim terpadu meminta para pengusaha tambang pasir galian C Nambo untuk membangun kolam retensi terlebih dahulu jika aktivitas pengolahan pasir ingin dilanjutkan.
Itu disampaikan oleh Pejabat Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu yang juga disetujui oleh ketua tim terpadu dalam hal ini Kapolresta Kendari Kombes Pol M Eka Fathurrahman, serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari saat meninjau langsung lokasi pengolahan tambang pasir Nambo.
“Kita sarankan supaya pengusaha membangun kolam retensi terlebih dahulu. Setelah kolam retensi ada, kita uji coba, apakah kolam retensi itu tetap mengalirkan limbah ke pantai Nambo. Kalau sudah tidak ada masalah, saya pikir bisa saja karena ini terkait dengan perut,” katanya, Kamis, (01/12/22).
Olehnya itu, Lanjut Asmawa, sembari menunggu kolam retensi yang masih dibuat, sebaiknya pengusaha yang melakukan aktivitas pengolahan untuk menghentikan aktivitas sementara.
“Saya minta pengusaha menghemtikan aktivitas dulu supaya tidak ada pencemaran. Kita harus patikan tidak ada pencemaran disana,” ujarnya.
Sementara itu, Kombes.Pol. M.Eka Fathurrahman mengungkapkan, masalah pertambangan pasir Nambo harus melihat kepentingan masyarakat. Sehingga kata dia, yang paling terpenting tidak terjadi konflik antar masyarakat.
“Kita sudah sepakat dengan pengusaha tadi, agar jangan ada dulu kegiatan. Utamakan dulu kolam retensi, kalau tidak ada masalah ya silahkan selama tidak mencemari objek wisata Kendari Pantai Nambo,” ujarnya.
Senada, Ketua DPRD Kendari Subhan ST berharap, apa yang menjadi masalah di Nambo bisa segera ditemukan solusinya. Apalagi kata dia, permasalahan Nambo sudah berlarut-larut dan belum ada solusi terbaik hingga saat ini.
“Mudah-mudahan tim terpadu ini bisa melahirkan rekomendasi yang bisa kita bawa untuk menjadi sebuah solusi terbaik. Sehingga Pemkot Kendari juga ada kebijakan yang bisa diambil,” harapnya.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






