Wakatobi, Sultrademo.co – Pemuda dan mahasiswa Wakatobi gelar aksi mimbar bebas tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020).

Sebelum longmarch menuju by pass Marina Wakatobi, para pemuda dan mahasiswa ini berorasi di titik kumpul bundaran Mandati, Wangi-wangi Selatan.

Dalam orasinya puluhan pemuda dan mahasiswa ini menyampaikan penolakan terhadap Undang-undang Omnibus Cipta Kerja Law.

Menurut kordinator lapangan Ardianta adanya UU Omnibus Law yang merugikan para buruh hingga rakyat kecil.

“Omnibus Law ini merupakan Undang-undang yang menindas masyarakat kecil apalagi kaum buruh, ” jelasnya saat menghubungi Sultrademo.com, Sabtu (10/10/2020).

Diketahui, aksi penolakan pemuda dan mahasiswa Wakatobi terhadap Omnibus Law ini sudah dilakukan dua hari dengan pembakaran ban di beberapa titik aksinya.

Baca Juga :  Sambangi Wali Kota, Arokap Kendari Keluhkan Dampak Perwali Pada Ekonomi

“Ini pertama kali pemuda dan mahasiswa Wakatobi terpanggil untuk aksi bersama dan ini pertanda bahwa hari ini negara kita memang sudah tidak baik-baik saja,” jelasnya.

Aksi dari gerakan pemuda dan mahasiswa Wakatobi ini akan di lanjutkan sampai beberapa hari kedepan dengan pernyataan menolak UU Cipta Kerja ini.

Komentar