Tolak RUU Pertanahan, Demostran Segel Kantor DPRD Sultra

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co- Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Front Rakyat Sultra Bersatu (FORSUB) di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Pertanahan, Selasa 24/9. Aksi itu dilaksanakan tepat dengan Hari Tani Nasional.

Massa bergerak dari eks MTQ Kendari, menuju Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang( ATR), Badan Petanahan Nasional( BPN) lalu menyegel Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Bacaan Lainnya

Massa aksi mendesak DPR dan Persiden RI untuk menghentikan RUU Pertanahan yang tidak partisipatif, liberal dan anti kerakyatan.

Selain itu juga, massa mendesak Presiden RI dan seluruh aparaturnya untuk segera menjalankan mandat UUD 1945,UUPA No 5 Tahun 1960 Tentang UUPA, TAP MPR No IX Tahun 2001 Tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumberdaya Alam serta Perpres Nomor 86 Tahun 2018 Tentang Reforma Agraria.

“Kami mendesak aparat keamanan untuk menghentikan tindakan refresif dan penggunaan cara-cara kekerasan dalam mengatasi Konflik agraria yang terjadi dan menghentikan proses kriminalisasi terhadap para aktivis agraria, pimpinan organisasi tani yang memperjuangkan haknya,” kata salah seorang orator.

Di gedung DPRD, massa melakukan aksi teatrikal serta beberapa massa membacakan sebuah puisi dan berorasi secara bergantian dengan membawa keranda mayat, seraya melakakan orasi.

Tak ditemui satupun Anggota Dewan, massa aksi lalu menyegel Kantor DPRD Sultra. Informasi yang diperoleh, seluruh anggota dewan sedang dinas di luar.

Torop Rudendi sebagai Koordinator Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)mengatakan, DPRD Provinsi Sultra harus segera mengevaluasi pelaksanaan reforma di Sulwesi Tenggara dan berbagai macam Investasi yang melahirkan konflik agraria, yang merusak sistem pangan lokal, kerusakan ekologis, kekerasan,diskriminasi, kriminalisasi dan pelanggaran HAM lainnya.

“Kami menyerukan kepada elemen-elemen Rakyat Tani kelompok tertindas lainnya untuk terus memupuk semangat membangun kekuatan dan memberikan perlawanan kepada Rezim modal serta menyerukan agar elemen masyrakat tani untuk tetap melakukan Konsolidasi dalam merebut tanah-tanah yang telah di rampas oleh rezim Modal,” katanya.

Laporan : Ilf
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait