280 Warga Bungkutoko Terima Bantuan Pangan, Pemkot Kendari Perkuat Ketahanan Jelang Lebaran

Kendari, Sultrademo.co Menjelang Idul Fitri, Pemerintah Kota Kendari memperkuat intervensi sosial melalui penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Peluncuran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 dipusatkan di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Rabu (18/3/2026). Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, hadir langsung memimpin kegiatan sekaligus memastikan proses distribusi berjalan tepat sasaran.

Bacaan Lainnya
 

Dalam kesempatan itu, Siska menegaskan bahwa program ini menyasar 27.536 kepala keluarga (KK) di seluruh Kota Kendari. Khusus Kecamatan Nambo, jumlah penerima mencapai 1.469 KK, dengan 280 KK di antaranya berasal dari Kelurahan Bungkutoko.

“Ini patut kita syukuri, karena di Sulawesi Tenggara, baru Kota Kendari yang mendapatkan bantuan ini,” ujar Siska.

Bantuan untuk Dua Bulan Sekaligus

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Karena penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, maka total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Skema ini dinilai efektif untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, terutama di periode menjelang Lebaran yang identik dengan lonjakan konsumsi rumah tangga.

Tak hanya melepas secara simbolis, wali kota juga memantau langsung proses verifikasi data penerima yang dilakukan oleh petugas Perum Bulog. Langkah ini dilakukan guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Dukungan Pemerintah Pusat

Siska menekankan bahwa program bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pangan atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kendari.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, membantu menekan angka kemiskinan, serta menjaga stabilitas harga pangan,” jelasnya.

Distribusi Sempat Terkendala, Kini Dipercepat

Di sisi lain, Kepala Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Benhur Ngkaimi, mengakui bahwa penyaluran bantuan tahun ini mengalami sedikit keterlambatan.

Hal tersebut dipicu oleh adanya penambahan komoditas minyak goreng dalam paket bantuan, yang memerlukan proses pengadaan tersendiri.

“Secara ideal penyaluran dimulai sejak Februari. Namun karena adanya tambahan minyak goreng, distribusi baru bisa dilakukan setelah seluruh komponen siap,” ujarnya.

Meski demikian, Bulog memastikan komitmennya untuk mempercepat distribusi agar seluruh masyarakat segera menerima bantuan, terlebih di bulan Ramadan yang menjadi periode krusial bagi kebutuhan pangan.

Jumlah Penerima Meningkat Signifikan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd Rauf, mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya sekitar 16 ribu penerima, kini jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 27 ribu kepala keluarga. Data penerima sendiri bersumber dari DTKS desil 1 hingga 4, yang mencakup kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Penyaluran tahap awal difokuskan pada wilayah pesisir, seperti Bungkutoko, sebelum diperluas ke seluruh 65 kelurahan di Kota Kendari.

“Ini menjadi berkah bagi masyarakat, karena setidaknya kebutuhan pangan untuk beberapa minggu ke depan sudah terpenuhi,” kata Abd Rauf.

Sinergi untuk Ketahanan Pangan

Kegiatan peluncuran bantuan ini turut dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk aparat kepolisian, TNI, Badan Pusat Statistik, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.

Dengan penyaluran bantuan yang terus dipercepat dan pengawasan yang diperketat, Pemerintah Kota Kendari berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan lebih tenang.

Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga pangan yang terus bergerak. (Adv)

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait