Kasus Positif Covid-19 di Sultra Jadi 9 Orang, 5 Kasus Lama dan 4 Kasus Baru 

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Kembali mengumumkan update data tarbaru kasus Covid-19. Laporan perkembangan penanganan pengendalian dan pencegahan covid-19 dalam wilayah Provinsi Sultra Rabu 8/4 Pukul 18.30 WITA. 

Dr. Rabiul awal menyampaikan data tentang Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kasus konfirmasi berdasarkan data perhari ini jam 17.00.

Bacaan Lainnya

“Jumlah OTG adalah 67 kasus, ODP 521 kasus PDP 13 kasus , untuk kasus konfirmasi positif yang menjalani perawatan atau penanganan di Sultra adalah 10 kasus dengan konfirmasi positif dengan rincian 1 kasus dinyatakan sembuh dan pada tanggal 8 februari telah dipulangkan dari Rumah Sakit Bahteramas, walaupun sudah dinyatakan sembuh sejak 4 hari yang lalu, jadi untuk total positif Covid – 19 untuk saat ini ada 9 kasus “ungkap dr Rabiul Awal di Posko Gugus Tugas Rabu (8/4/2020).

Ia menyampaikan berdasarkan hasil laboratorium 5 kasus lama yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan pihaknya juga menerima notifikasi adanya 4 kasus baru untuk wilayah Provinsi Sultra, yang terdiri dari laki-laki (28) kemudian laki-laki (46) berikutnya perempuan (25) dan perempuan (26). Keempat kasus baru ini adalah berdomisili di dalam Kota Kendari yang masih terkait sebagai kontak erat dari kasus 1 dan 3 yang terdiagnosis pertama kali di Sultra.

“Perhatian bagi kita semua bahwa telah terjadi transmisi lokal oleh karena itu prinsip-prinsip penggunaan masker bagi semua harus betul-betul kita jalankan dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, dr Rabiul Awal menambahkan sebagai informasi tambahan pada portal pusat hari ini di Sultra tertulis 11 kasus.

“Kami jelaskan malam hari ini, bahwa 1 kasus yang di maksud adalah masih terkait dengan kasus 1 dan 3 ber-KTP Kolaka yang sehari-hari bekerja dan berdomisili di Kota Makassar, terdiagnosis di Kota Makassar dan dirawat di Kota Makassar dan Insya Allah ini sudah kami diskusikan dengan gugus tugas nasional atau kemenkes,” pungkasnya.

Pos terkait