Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis pelaku penipuan berkedok pinjaman online / Foto: Ilfa (sultrademo.co)

Kendari, Sultrademo.co – Aksi seorang warga Sidrap Sulawesi Selatan (Sulsel) berinsial J yang melakukan penipuan berkedok pinjaman daring (Online) dengan korban mencapai 49 orang akhirnya terhenti setelah Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meringkus pelaku.

Dir Reskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi mengugkapkan, pelaku menjalankan modusnya dengan menawarkan pinjaman online tanpa melalui proses administrasi di media sosial Instagram.

“Korban wanita berinisial RA warga Sulawesi Tenggara menjadi korban penipuan berkedok pinjaman online. Korban mendapatkan informasi dari media sosial yang menawarkan pinjaman online melakui akun Instagram. Sehingga korban tertarik,” Ungkapnya kepada awak media saat konferensi Pers di Polda Sultra, Selasa (22/8/2020).

Heri menjelaskan, terlapor terus melakukan komunikasi dengan pelapor dan meminta administrasi, pertama administrasi Rp150.000 lalu dikirim oleh pelapor, kemudian tersangka kembali meminta administrasi sebanyak Rp700.000, lalu kembali meminta uang sebesar Rp1.300.000 dan korban pun mengirim uang tersebut.

“Setelah merasa dirinya (RR) ditipu, pelapor kemudian melapor ke Polda, kita cek posisinya, ternyata ada di wilayah hukum Provinsi Sulawesi Selatan di Polsek Sidrap. Kami dibantu Polres Sidrap untuk melakukan penggeledahan yang memang kita sudah ketahui alamatnya,”Jelasnya.

Heri mengungkapkan, pihaknya dibantu jajaran Polsek Sidrap saat melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku J.

“Kami melakukan pengecekan terhadap telepon seluler milik tersangka dan ditemukan nama RR (pelapor) masuk nama kontak terakhir. Dan kita ungkap ternyata ada 49 KTP seluruh Indonesia (yang menjadi korban), dari berbagai daerah dan kita sudah melakukan interogasi cukup besar juga kerugian-kerugian yang sudah dimiliki oleh si terlapor (J),” Ungkapnya.

Baca Juga :  Didukung Berbagai Pihak, Swab Massal Hari Ke -10 Berjalan Tertib

Heri mengungkapkan, dari 49 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menjadi korban penipuan pinjaman daring (Online) ditaksir total kerugian para korban mencapai 50 juta rupiah.

“Tersangka mengaku belajar dari tetangganya berinisial (A), sementara ini dia berdua kita lihat nanti jaringannya seperti apa. Karena penipuan biasanya satu sindikat. Apakah dia ini ada kontak dengan beberapa pelaku lainnya, kita akan melakukan profiling, terus kemudian akan dikloning, supaya bisa terlihat percakapan di dalam handphone itu,” Ungkapnya

Sementara itu, dari keterangan tersangka J saat diinterogasi oleh Dir Reskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi di depan awak media, dirinya mengaku memulai penipuan tersebut sejak tahun 2019 lalu.

“Pinjaman yang ditawarkan Paling Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Belajar dari tetangga di kampung, dari tahun 2019. Total yang saya dapat sudah Rp25 juta sampai Rp30 juta,” Ujar Pelaku.

Laporan : Ilfa
Editor : MA

Komentar