Miris, Rektor IAIN Kendari Lantik Mantan Koruptor jadi Wakil II Bidang Keuangan

  • Whatsapp

KENDARI, SULTRADEMO. CO- Puluhan Mahasiswa IAIN Kendari melakukan aksi unjuk rasa di pelataran gedung terpadu dan arena Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Selasa (18/5/2019).

Aksi tersebut menuntut Rektor IAIN Kendari memecat Wakil Rektor II Bidang Keuangan yang dilantiknya beberpaa bulan lalu.

Bacaan Lainnya

Bukan tanpa alasan, Warek inisial BT dimaksud merupakan mantan terpidana kasus korupsi penggelapan dana baliho caleg pada perhelatan pemilu 2014. Dimana BT saat itu bertindak sebagai Ketua KPU Kabupaten Bombana.

Status mantan narapidana kasus korupsi itu sesuai dengan salinan putusan Pengadilan Tipikor bernomor 10/Tipikor/2015/PT.KDI tentang vonis bersalah BT serta tiga orang lainnya yang secara terbukti bersalah dan merugikan uang negara senilai kurang lebih Rp 201.000.000.

Foto : Massa aksi melakukan aksi unjuk rasa dihalaman Rektorat IAIN Kendari

Dijelaskan Jenderal Lapangan, Sarlan, tindakan Rektor melantik mantan koruptor itu sangat menyalahi adab dan etika, melantik mantan koruptor, lanjut aktivis HMI ini merupakan tindakan memelihara pencuri. Apalagi lanjut dia, posisi tersebut merupakan jabatan yang sangat vital dalam birokrasi.

Dicontohkannya, kasus BT itu serupa dengan kasus yang dialami salah seorang dosen IAIN yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KPU di salah satu daerah di Sultra, namun karena terbukti melakukan kesalahan serupa, dosen dimaksud di berhentikan juga dari ASN.

Mestinya, kata Mahasiswa FEBI itu, BT juga mendapat perlakuan sama, yaitu dipecat dari ASN, atau paling tidak jangan diberikan jabatan apapun.

“Saya tidak tau apa alasan rektor melantik BT, apakah prestasinya itu orang, kasih kotor kotor kampus saja, Ini sangat mencedrai institusi ini, perlu dipertanyakan integritas Rektor dalam mendukung program Good Governance dilingkup IAIN, bebas dari KKN, ” katanya kepada awak media.

Sarlan menegaskan, pihaknya akan membawa persoalan itu hingga kementerian tahu kejadian dikampus, pihaknya bakal terus melakukan aksi penolakan dan bersurat ke KPK untuk mengaudit dugaan jual beli jabatan dalam kampus, sebab, jika bicara kriteria, dan prestasi BT cacat dan sangat tidak layak.

Dihubungi terpisah, Salah seorang mantan Komisioner KPU Provinsi Sultra yang enggan dibeberkan identitasnya mengaku mengenal dan mengetahui kasus BT 2014 lalu. Diakuinya BT memang terbukti bersalah menggelapkan dana baliho caleg pada Pemilu 2014 lalu.

“Ia benar, dia dulu sudah di vonis bersalah,” singkat dia via Watshapp.

Sementara itu, Rektor IAIN Kendari pernah dihubungi via Watshapp oleh awak media untuk dimintai keterangan terkait masalah tersebut, namun rektor enggan untuk merespon dan hanya membaca pesan teks itu tanpa menanggapi.

Reporter : Adi
Editor : Anggun Karsila

Pos terkait