Kendari, Sultrademo.co – Seorang warga Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Herni (38), yang mendapatkan hadiah umrah dari acara Jalan Santai Bersama DPW PPP Sultra, meragukan keterangan yang diberikan oleh Wakil Ketua DPW PPP Sulawesi Tenggara (Sultra) bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK), Sofyan.
Menurut Herni, pihak DPW PPP Sultra seharusnya memanggil beberapa orang yang hingga kini belum juga diberangkatkan. Pernyataan yang dikeluarkan oleh pengurus DPW PPP OKK Sultra di berbagai media tampak berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.
“Sebenarnya, kami ingin pihak Andi Sumangerukka memanggil kami dan berbicara langsung dengan ASR untuk melakukan konfirmasi, bukan hanya melalui media,” ungkap Herni, dalam keterangannya, Senin (8/7/2024).
Mengenai pemberangkatan umrah bagi beberapa peserta yang ditunjuk langsung oleh Plt Ketua PPP, Muhammad Mardiano, Ketua PPP Sultra, Andi Sumangerukka, Sofyan menyebutkan bahwa panitia tengah melakukan verifikasi data para peserta. Namun, hal ini justru menimbulkan keraguan di kalangan peserta.
“Ada keraguan dari kami jika pemberangkatan diundur hingga Desember 2024. Dan, jika bapak ASR tidak terpilih sebagai Gubernur Sultra, apakah masih ada kemungkinan kami diberangkatkan?” tanyanya.
Lebih lanjut, Herni bersama tujuh orang lainnya sudah beberapa kali bertemu langsung dengan ASR. Namun, mereka hanya dijanjikan akan diberangkatkan setelah Pemilu 2024, dan sampai beberapa bulan kemudian, belum ada konfirmasi apa pun.
“Kami ingin diberangkatkan sebelum Pilkada. Jika kami dijanjikan di akhir tahun, lebih baik dana tersebut diuangkan saja, dan kami akan mengurus sendiri perjalanan umrah kami. Tidak jelas mengapa kami dijanjikan untuk berangkat pada Desember, padahal mulai Agustus sudah bisa umrah,” lanjutnya.
Herni juga menambahkan bahwa DPW PPP Sultra yang mengaku sudah melakukan verifikasi data penerima hadiah umrah justru terlihat menghindari kedelapan warga Kota Kendari tersebut.
“Jika pihak ASR sudah melakukan verifikasi data penerima hadiah umrah, seharusnya sudah ada di antara kami yang dihubungi melalui telepon karena kami semua sudah memberikan nomor telepon kami kepada panitia umrah. Namun, nyatanya belum ada yang dihubungi. Kami bersedia menunggu sampai Desember, tetapi setidaknya kami sudah memegang paspor umrah tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam kutipan salah satu media, DPW PPP Sultra menyatakan mereka tengah melakukan verifikasi data peserta yang ditunjuk langsung. Jika data valid, para peserta akan diberangkatkan umrah pada Desember 2024.
“Intinya, kami akan memberangkatkan umrah bagi para pemenang yang datanya valid dan ditunjuk sesuai mekanisme panitia,” jelas Sofyan.
ASR Dianggap Ingkar Janji, Warga Menuntut Kepastian Paket Umrah
Dihimpun dari berbagi sumber hampir setahun berlalu sejak Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) menjanjikan paket umrah kepada warga Kota Kendari, namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
Janji tersebut diberikan dalam acara jalan santai yang diadakan oleh DPW PPP Sultra di Tugu Eks MTQ, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari pada Minggu (16/7/2023) tahun lalu.
Pada acara tersebut, panitia penyelenggara menyiapkan sejumlah hadiah menarik, termasuk 5 paket umrah, 2 unit motor, 1 unit mobil, dan banyak doorprize lainnya. Plt Ketum PPP, Muhamad Mardiono, bersama ASR bahkan menambah jumlah pemenang umrah menjadi 10 orang.
Namun, setelah 11 bulan berlalu, 10 warga yang beruntung tersebut masih menantikan realisasi janji umrah tersebut. Menurut Herni, pihaknya telah beberapa kali bertemu langsung dengan ASR dan terus dijanjikan kepastian setelah Pemilu lalu. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi.
“Beberapa kali kami ketemu dengan Pak ASR langsung, dan dijanjikan setelah Pemilu lalu, sampai menunggu beberapa bulan tapi belum terkonfirmasi sama sekali,” ungkap Herni, Sabtu (6/7/2024).
Dirinya bersama beberapa orang lainnya terus menanyakan mengenai janji umrah yang diumumkan di hadapan ribuan warga yang menghadiri kegiatan jalan santai tersebut. Mereka sempat diarahkan oleh salah satu orang kepercayaan ASR, namun tetap belum mendapat kepastian.
“Kami sempat diarahkan oleh salah satu orangnya ASR, kita masih berharap, mudah-mudahan ASR itu masih bisa penuhi janjinya. Kami mau kepastian, apakah diberangkatkan atau tidak,” lanjut Herni.
Para pemenang yang ditunjuk untuk berangkat umrah itu sering mendatangi Kantor PPP Sultra, tetapi tidak ada yang memberikan kejelasan terhadap mereka.
“Sisa kami yang belum diberangkatkan, sudah mau masuk setahun menunggu, selalunya janji dan janji,” ucapnya.
Tidak hanya itu, mereka juga pernah mendatangi kediaman ASR untuk meminta konfirmasi langsung tetapi hasilnya lagi-lagi sama. Hingga kini, delapan dari sepuluh pemenang mengaku merasa di-PHP alias diberi harapan palsu.
 






