Pandemi Covid-19 Moment Melatih Kesabaran dan Pola Hidup Sehat Sesuai Ajaran Agama

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Pandemi virus corona COVID-19 bukan menjadi alasan tidak bisa melakukan ibadah. Termasuk shalat lima waktu dan shalat Jumat berjamaah. Namun, dimasa pandemi virus corona COVID-19, ibadah harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti diketahui, Iman, Aman, dan Imun gencar dikampanyekan pemerintah dan Satgas COVID-19 untuk mencegah penularan virus corona.

Bacaan Lainnya

Adanya pandemi virus corona COVID-19 saat ini mengubah banyak perilaku masyarakat saat ibadah. Hal itu satu diantaranya yang terjadi di Mesjid As-Syarif Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Dalam beberapa bulan terakhir selama pandemi, jemaah di masjid tersebut menggelar ibadah shalat Jumat dan shalat lima waktu di masa pandemi COVID-19 sesuai aturan pemerintah.

Dalam melaksanakan salat berjemaah, warga masjid As-Syarif menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. Saat para jemaah tiba, suhu tubuh mereka dicek oleh pengurus masjid. Kemudian jemaah juga diarahkan untuk mencuci tangan memakai sabun yang telah disediakan.

Mereka tampak membawa sajadah masing masing dan memakai masker sesuai imbauan pemerintah. Saat shalat, satu jemaah dengan jemaah lainnya diberi jarak sekitar satu meter. Lantaran ada pengaturan jarak, masjid yang sejatinya mampu menampung sekitar 80 jemaah itu, kini hanya bisa diisi sekitar 50 persen.

“Alhamdulillah, tetap bisa khusyuk dan rutin shalat berjemaah di masjid setelah sebelumnya tiga bulan beribadah di rumah. Dalam situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, Alhamdulillah jemaah masjid masih diberi kesehatan dan kelancaran dalam beribadah,” ujar Anwar salah seorang jemaah mesjid As-Syarif sekaligus ketua RT di Kelurahan tersebut, Jumat (18/6).

Menurut Anwar, pandemi COVID-19 menjadi momentum melatih kesabaran dan menerapkan pola hidup bersih sesuai ajaran agama. Selain itu, dengan situasi sekarang jemaah diminta tidak perlu takut, tetapi juga jangan meremehkan.

“Islam kan mengajarkan kebersihan sebagian dari iman. Inilah saatnya dibuktikan dan Insyaallah sehat terhindari dari virus,” ucapnya.

“Intinya, jemaah masjid As-Syarif tidak perlu takut, tapi juga jangan meremehkan COVID-19. Artinya, tetap melaksanakan ibadah seperti biasanya dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan ketat selama di masjid,” tambahnya.

Sesuai protokol kesehatan, penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan di masjid ini. Kegiatan ini menjadi bagian peningkatan protokol kesehatan setelah dibukanya kembali masjid untuk umum. Sebelumnya, kegiatan masjid sempat berhenti sekitar beberapa bulan saat ada imbauan dari pemerintah untuk membatasi kegiatan di masjid.

Setelah diizinkan, penerapan protokol kesehatan ketat diberlakukan mengingat masjid juga rutin digunakan untuk pengajian dan salat lima waktu. Ada petugas secara giliran yang bertugas melakukan penyemprotan disinfektan. Terkadang warga di sekitar masjid tersebut juga melakukan penyemprotan dilakukan dalam dua bagian, yaitu bagian utama masjid dan bagian luar masjid.

Semua sudut area masjid tidak luput dilakukan penyemprotan. Karpet-karpet yang telah dipinggirkan, ikut menjadi titik penyemprotan disinfektan. Penyemprotan disinfektan dilakukan dua pekan sekali, terutama sebelum salat Jumat. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona COVID-19 di tempat ibadah.

Writer: Hani
Editor: UL
  • Whatsapp

Pos terkait