Buton Utara, Sultrademo.co – Menghadapi fenomena urbanisasi yang semakin mengemuka, dengan banyak penduduk muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z, memilih pindah ke kota untuk menempuh pendidikan atau mencari pekerjaan.
Kondisi ini memicu diskusi di kalangan anak muda yang tergabung dalam KOPI BUTUR, komunitas yang peduli pada masa depan Butur. Mereka menyoroti berbagai faktor yang mendorong urbanisasi, seperti menyusutnya lahan pertanian, keterbatasan lapangan kerja di desa, dan rendahnya upah dibandingkan di kota.
Pasangan Aman, calon pemimpin Butur, mengajak masyarakat melihat urbanisasi dari sudut pandang yang lebih luas. Menurut mereka, urbanisasi bukan sekadar perpindahan fisik dari desa ke kota, melainkan juga pergeseran pola pikir atau “urban mind.”
Teknologi, khususnya digitalisasi, telah menjadi kebutuhan sehari-hari yang mengubah cara hidup dan bekerja. Kini, seseorang dapat bekerja, berdagang, atau belajar dari mana saja hanya dengan menggunakan smartphone.
“Teknologi digitalisasi telah mengubah dunia menjadi lebih kecil. Semua informasi, transaksi, dan kebutuhan dapat diakses melalui perangkat pintar. Dahulu, untuk menarik uang atau mencari referensi ilmu, kita harus pergi ke bank atau perpustakaan, tapi sekarang semua bisa dilakukan dari saku kita,” ujar Pasangan Aman dalam pernyataannya.
Pasangan Aman menilai bahwa pemerintah Butur perlu mengambil peran aktif dalam menghadapi perubahan ini. Bukan hanya hadir sebagai pengatur, tetapi juga sebagai inisiator yang mampu mendorong perkembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi era digitalisasi.
Pemerintah diharapkan memfasilitasi program-program yang dapat mengasah keterampilan digital masyarakat, menyediakan akses modal usaha, dan melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem digitalisasi.
Mereka mengusulkan langkah konkret seperti menggerakkan dinas terkait untuk memperluas akses pelatihan digital bagi pemuda dan memberikan kemudahan permodalan bagi usaha-usaha yang berbasis teknologi.
“Agar Butur dapat mengejar kemajuan digital, lompatan besar dalam hal akselerasi teknologi perlu dilakukan,” tambahnya.
Pasangan ini juga menyoroti visi jangka panjang Butur untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurut mereka, kepemimpinan saat ini harus fokus mempersiapkan generasi muda agar dapat menjadi tulang punggung bangsa di masa depan.
“Yang akan menentukan masa depan Butur dan Indonesia bukanlah generasi yang memimpin saat ini, tetapi generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha yang sedang kita persiapkan,” kata Pasangan Aman.
Muhammad Istighfar, anggota DPRD Butur dari Partai Gerindra menyatakan bahwa visi-misi yang diusung Pasangan Aman adalah solusi strategis untuk menjadikan Butur lebih mandiri dan sejahtera.
“Visi misi Afirudin Rahman sangat relevan untuk Butur saat ini dan masa depan,” ungkapnya.
Pasangan Aman optimistis bahwa dengan penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi secara bijak, masyarakat Butur tidak perlu lagi melakukan urbanisasi fisik.
Mereka berharap, teknologi digital dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
 






