Pemkot Kendari Kembali Keluarkan Surat Edaran, Ini Himbauannya

  • Whatsapp

Kendari.Sultrademo.co – Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai macam cara dalam menangani dan mencegah penyebaran covid-19 di Wilayah kota Kendari. Setelah memberlakukan lobir dan ringgal di rumah selama tiga hari, pemkot kembali mengeluarkan surat edaran tentang imbauan untuk tidak mudik.

Surat edaran yang bernomor 443/1243/2020 itu, tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik bagi masyarakat Kota Kendari dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Surat tertanggal 13 April tersebut dan ditanda tangani , meminta masyarakat Kota Kendari tidak bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik baik dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ataupun mudik lainnya.

Selain itu Mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan mudik menuju Kota Kendari untuk menunda rencana tersebut selama masa berlakunya status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona belum dicabut. Tetap menjalin silaturahmi.

Selain imbauan tak mudik, Pemerintah Kota Kendari juga mengeluarkan Surat Edaran nomor 443.1/1241/2020 tentang tata cara belanja pada toko, warung, restoran, rumah makan dan apotek dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kendari.

Surat yang di tandatangani Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir tersebut, meminta para pemilik toko, warung, restoran, rumah makan, warung makan dan apotek, untuk wajib menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun di depan pintu masuk.

Masyarakat yang tidak mencuci tangan dan menggunakan masker tidak diizinkan masuk ke dalam tempat belanja untuk melakukan transaksi atau belanja. Kepada pemilik toko, warung, restoran, rumah makan, warung makan dan apotek membuat mekanisme alur belanja dengan memperhatikan physical distancing.

Sementara Untuk restoran, warung makan dan rumah makan diharapkan tidak memberikan peluang untuk makan di tempat, melainkan di kemas atau dibungkus dan dibawa pulang.

Untuk kasir dan karyawan diwajibkan menggunakan masker dan handscoond (Sarung tangan). Masyarakat diimbau untuk menggunakan Ojek Online (Ojol) dalam berbelanja.

 

Pos terkait