Pemprov Sultra Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengembangan Tanaman Obat Herbal

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turut serta dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Mendagri RI) setiap minggunya melalui Zoom Meeting.

Selain itu, mereka juga mengikuti Rapat Koordinasi Pengembangan Tanaman Obat Herbal Nasional. Kedua acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Biro Perekonomian Setda Sultra pada Senin (5/8/2024).

Bacaan Lainnya
 

Rakor virtual tersebut dipimpin langsung oleh Mendagri Tito Karnavian dan dihadiri oleh narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Di antaranya adalah Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Andi Muhammad Idil Fitri, Kabid Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandari, serta Tim Menko Kemaritiman dan Investasi.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang mengikuti kegiatan ini mencakup Sekdis ESDM, Sekdis Ketapang, perwakilan dari BI, BPS, dan dinas terkait lainnya.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa sejauh ini angka inflasi di tingkat nasional dan beberapa daerah di Indonesia sudah relatif terkendali, dengan rata-rata inflasi nasional year on year sebesar 2,13 persen.

“Pada perkembangan inflasi month to month, terjadi deflasi sebesar -0,18 persen. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi yang tetap terkendali,” jelasnya.

Tito Karnavian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

“Inflasi nasional tidak hanya tergantung dari kerja pemerintah pusat tapi juga dari 552 provinsi, kabupaten, dan kota. Dengan angka tersebut, ini berarti kolaborasinya sudah cukup baik,” ungkap Tito.

Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, menambahkan bahwa dua tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendorong partisipasi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi di daerah masing-masing dan memberikan penghargaan kepada daerah yang telah berkinerja baik dalam penilaian inflasi, sekaligus memacu daerah lain untuk meningkatkan kinerja mereka.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, dalam paparannya menyebutkan bahwa komoditas cabai rawit dan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi pada Juli 2024, dengan tingkat inflasi masing-masing sebesar 14,28% dan 1,21%. Inflasi untuk komoditas emas perhiasan ini telah terjadi selama 11 bulan berturut-turut.

Stabilitas ekonomi tetap menjadi fokus utama, dengan terus mengendalikan inflasi dan deflasi guna menjaga keseimbangan perekonomian nasional.

Partisipasi aktif Pemprov Sultra dalam rakor ini menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan pengembangan tanaman obat herbal, yang diharapkan dapat membawa manfaat positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait