Kepalapala UPP Kelas II Raha, Taufan Eka Putra (Pitra/Sultrademo)[/caption]
Raha, Sultrademo.co –Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Raha terus mengupgrade berbagai fasilitas pelayanan publik di lingkup Pelabuhan penyebrangan Raha-Kendari-Bau-bau. Kepala Kantor UPP Kelas II Raha, Taufan Eka Putra mengatakan, pihaknya terus berupaya memperbaiki berbagai fasilitas agar masyarakat merasa nyaman saat menggunakan jasa pelayanan dilingkup kerjanya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan seperti memeriksa kelayakan kapal, menambah dan memperbaiki MCK (Mandi Cuci Kakus), menyiapkan tempat pengecasan handphone diruang tunggu penumpang dan menata ulang tempat parkir kendaraan, serta mengganti Karet Fender Dermaga.
“Kelayakan kapal kita periksa, dan ditambah 1 wc pria dan 2 putri. Selain itu kami buatkan 3 unit urinoar khusus pria, dan tempat charger Handphone diruang tunggu disiapkan, parkiran mobil dan motor ditertibkan, dan mengganti 29 unit karet fender dermaga yang rusak mengingat kapal yang terbut dari fiber jangan sampai bocor,” ujar Taufan, Selasa 18 April 2023.
Selain mengupgrade fasilitas pelayanan, Taufan mengungkapkan, pihaknya juga menyiapkan 4 unit kapal tambahan menyambut masyarakat mudik lebaran Idul Fitri 1444 H/2023 M.
“Sudah disepakati bersama pihak perusahaan kapal, masing-masing menambah 1 armada untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. 4 unit kapal disiapkan, Diantaranya, kapal cepat satu unit. Kemudian, kapal malam KM Agil Pratama satu unit, Uki Raya satu unit dan KM Teratai satu unit. Untuk menghadapi arus mudik, awal Ramadan kami telah memeriksa kelayakan kapal penumpang. Baik kapal cepat maupun kapal malam,” Ungkapnya.
Penambahan empat armada kapal tersebut kata dia, diluar jumlah kapal yang beroperasi dihari biasanya. Pada kesempatan ini, Taufan juga menghimbau kepada calon pemudik untuk mengatur jadwal keberangkatannya jauh sebelum melakukan mudik. “Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, kami himbau agar pemudik sudah menyiapkan jadwalnya agar tidak hanya terfokus pada satu kapal saja. Mereka juga harus membeli tiket pada tempat yang sudah disiapkan dan memiliki asuransi tentunya,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menekankan agar pihak perusahaan kapal tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitasnya. Tujuannya agar penumpang tetap merasa nyaman dan aman sampai tujuan. “Kami meminta pihak perusahaan pelayaran sebagai pemilik kapal untuk mengutamakan kenyamanan, dengan tidak mengankut melebihi kapasitanya. Misalnya dalam sertifikat muatannya hanya 500 penumpang dan memiliki alat kesehatan 650 alat. Maka hanya bisa sebanyak itu dan tidak bisa lebih,” cetusnya.
Laporan: Pitra













