Rapat Perdana, Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Swadaya Mawasangka Ingatkan Soal Retribusi dan Keamanan Pasar

Buton Tengah, Sultrademo.co – Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Swadaya Mawasangka Rasyid Ande mengingatkan kepada seluruh pedagang soal retribusi pasar dan biaya keamanan pasar serta pembayaran lampu per kios kedepannya.

Hal ini diungkapkan Rasyid Ande saat memberikan sambutan dalam rapat perdana Perkumpulan Pedagang Pasar Swadaya Mawasangka, Senin (17/01/2022).

Bacaan Lainnya
 

“Hari ini kita sudah diberikan bonus kurang lebih 4 bulan, bonusnya apa, ya belum adanya retribusi dan hari ini baik dari tingkat Pemda maupun anggota Dewan dalam artian komisi I dan komisi III menyampaikan bahwa yang 4 bulan tersebut merupakan bonus tetapi bagi kita adalah kerugian,” terangnya.

Agenda rapat kali ini salah satunya memang membahas terkait retribusi Pasar Swadaya Mawasangka.

“Retribusi itu terbagi dua yaitu ada lapak terbuka dan ada lapak tertutup, kalau yang kemarin yang terjadi itu adalah di los terbuka itu kalau tidak salah Rp 500 per hari per pasar tetapi sama saja karena tidak adanya pengembalian alasannya,” terang Rasyid.

Maka dari itu lanjutnya Ia meminta pendapat seluruh pedagang pasar swadaya Kelurahan Watolo untuk menaikkan retribusi los terbuka Rp 1000 rupiah per hari per pasar sedangkan los umum Rp 2000 per hari per pasar.

“Ini tujuannya untuk kita semua selanjutnya nanti kita bahas di program kerja apa-apa saja yang kita butuhkan”.

“Jelasnya saya tawarkan 1000 rupiah per hari per pasar untuk los terbuka kalau los umum 2000 rupiah per hari per pasar,” lanjutnya.

Berdasarkan pantauan awak media disepakati beberapa poin dalam rapat tersebut diantaranya

  1. Menyepakati retribusi los terbuka 1000 rupiah per hari per pasar dan untuk los umum sebesar 2000 rupiah per hari per pasar
  2. Untuk anggaran keamanan disepakati 30.000 ribu rupiah untuk kios yang berukuran 3×5 yang berada di pinggiran jalan.
  3. Uang kebersihan di sepakati 5000 rupiah per bulannya sementara kios yang berada di dalam pasar tarif perbulannya 20.000 ribu di luar ongkos kebersihan dan ongkos listrik bagi yang menyambung ke pasar.
  4. Listrik di hitung per balon lampu, setiap balonnya di hitung 15 ribu rupiah bagi pedagang yang menyambung listrik di pasar dan bagi yang menggunakan kilometer sendiri tidak dikenakan beban itu.

Laporan : Irfan 

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait