Resah Masa Depan Pekerja Tambang Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.coKetua umum Serikat Pekerja Tambang Nikel Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Ahmad Zainul S. Sos membeberkan keresahan tenaga kerja saat ini yang terus was-was dengan masa depannya ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, selama ini pengusaha nasional bergantung pada kuota ekspor.

“Terus terang kami juga meresahkan masa depan kami sebagai pekerja. Di sektor-sektor lain seperti industri dan perhotelan sudah banyak yang dirumahkan dan terkena PHK. Kalau sampai itu terjadi maka akan sangat berdampak bagi kami. Apalagi banyak dari kami hari ini menyokong perekonomian keluarga maka tentunya harapan besar supaya tidak berdampak PHK” Ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, relaksasi ekspor ore nikel menjadi penting kemudian untuk digulirkan kepada Komisi VII DPR RI agar kestabilan ekonomi mendatang bisa terselamatkan.

“Dengan harapan Menko Bidang Kemaritiman Bapak Luhut Binsar Pandjaitan segera mendengarkan aspirasi pekerja dan para pengusaha nikel” kata Zainul saat di hubungi via seluler, Senin malam (20/4/2020).

Selain itu, kata Zainul Saat ini negara minim opsi ,sementara APBN harus disehatkan agar tidak bertumpu semata-mata dari sumber utang negara. Mengingat kondisi APBN semakin berat menanggung beban pengeluaran negara yang tidak berimbang dengan pemasukan negara. Jika tidak pada akhirnya Negara akan mengalami defisit.

“Kami berkeyakinan jika pemerintah mampu melonggarkan ekspor, para ivestor akan berpikir bagaimana caranya agar mereka ikut memberikan kontribusi dalam perbaikan ekonomi negara dalam menghadapi wabah Dan pasca wabah” tuturnya.

Ia meminta kepada Kemenko kemaritiman dan investasi untuk kembali membuka keran ekspor seperti 2017 lalu.

“Kasian kami pak. Ekonomi sedang susah -susahnya dan kami tetap merasa terancam kalau tidak ada upaya relaksasi ekspor kembali” kata Zainul.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan memperjuangkan persoalan ini.

“Bagi kami ini harga mati. ini kehidupan kami yang harus terus diperbaiki tentunya bersama seluruh pengambil kebijakan. Konsoldasi bersama seluruh pekerja sedang kami bangun untuk menyuarakan hal ini bagaimanapun ini kepentingan kami bersama maka perjuangannya juga bersama”Pungkasnya.

Pos terkait