Sambangi Kelurahan Kadia, Sulkarnain Serahkan Bantuan Dana Program Kotaku

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir kembali mengunjungi lokasi peletakan batu pertama pekerjaan Program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU) di Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari sekaligus menyerahkan dana batuan program Kotaku. (Jumat, 03/07/2020).

Besaran dana yang dikucurkan pemerintah untuk program tersebut senilai Rp. 1 miliar untuk melakukan penanganan kawasan kumuh di 5 titik. Pekerjaan fisik yang dimaksud meliputi pembangunan drainase, sumur bor, bak sampah, dan pavin block.

Bacaan Lainnya

Peletakan batu pertama yang dilakukan wali Kota Kendari dikerjakan oleh BKM Kadia Bersatu, meliputi pekerjaan jalan lingkungan (Paving Block) sepanjang 80 meter di RT 01/RW02 dengan anggaran 52.740.000. Kemudian di lokasi yang sama juga dilakukan pekerjaan drainase 130 meter dengan anggaran Rp 44.615.000.

Kepada media Sulkarnain meminta kepada kelurahan yang lain yang belum mendapat program Kotaku bisa belajar di Kelurahan Kadia.

“Berkat kesabaran warganya, program ini dapat terealisasi. Tapi Kelurahan Kadia jangan cepat puas maaih ada 5 Ha kawasan kumuh yang harus dituntaskan sampai target kita menjadi 0,” kata Sulkarnain.

Sedang untuk penanganan kawasn banjir, ia meminta masyarakat harus proaktif melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra Mustaba mengatakan, saat ini kawasan kumuh di Kota Kendari seluas 400 ha, yang baru tertangani baru sekitar 200 ha.

Dengan adanya program ini, Mustaba berharap pekerjaan drainase yang dilakukan ini bisa mengurangi banjir yang terjadi. Sedang untuk para pekerja ia berharap tetap menerapkan protokol Covid-19.

“Drainase yang dikerjakan ini semoga bisa menyalurkan air langsung ke kali, karena di sini hujan 2-3 jam sudah mulai banjir, karena terjadi penyempitan kali,” ujar Mustaba.

Di tempat yang sama kordinator Program Kotaku, Langkarisu menyatakan di Kelurahan Kadia terdapat kawasan kumuh seluas 22,5 ha. Data tersebut berdasarkan SK kawasan kumuh tahun 2014.

Dengan adanya program ini, ia berharap bisa menangani kawasan kumuh yang ada di Kelurahan Kadia hingga 17,3 ha dan tersisa 5 ha.

“Program Kotaku ini tidak hanya pembangunan fisik namun juga nonfisik, kita lakukan juga peningkatan kapasitas pengelola karena mengelola anggaran yang tidak sedikit, selain itu para tukang juga disertifikasi, di Kadia ini ada dua yang sudah tersertifikat,” jelasnya.

Pos terkait