Orang Tua Yusuf Kardawi, Korban tewas saat aksi demonstrasi penolakan revisi UU KPK dan KUHP

Kendari, Sultrademo.co – Tepat setahun, meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni Randi dan Yusuf Kardawi, korban aksi demonstrasi penolakan revisi Undang-Undang KPK dan KUHP pada 25 September 2019 lalu.

Randi tewas diduga tertembak peluru aparat keamanan yang berjaga, kasusnya kini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Jakarta Selatan. Sedangkan Yusuf tewas dengan luka parah di bagian kepala namun kasusnya hingga kini belum terungkap.

Kabar duka itu masih hangat dihati para orang tua dan sahabat, yang sampai hari ini terus mengawal kasus tersebut. Seluruh pihak terkait terus berupaya mengungkap kasus ini, namun pada prinsipnya memang membutuhkan waktu.

sultrademo

Ibunda Yusuf Kardawi, Endang Yulida berpesan kepada para mahasiswa yang hingga kini terus bersuara menuntut penyelesaian kasus Randi-Yusuf untuk menggelar aksi secara damai dan menghindari anarkisme.

“Saya berpesan untuk seluruh mahasiswa, saudara dan sahabat – sahabat Yusuf, yang sampai hari ini bergerak meminta keadilan, meminta penuntasan kasus, supaya bergerak dengan cara yang damai. Saya tidak menginginkan ada kasus yang serupa. Kita sama-sama menginginkan kasus ini terungkap, tetapi ibu tidak inginkan adanya aksi-aksi yang anarkis,” pesan Ibu Yusuf Kardawi, Endang Yulida.

Endang mengungkapkan terus mendoakan para mahasiswa yang terus berjuang menuntut keadilan atas kematian putranya tersebut.

“Ibu meminta kepada sahabat – sahabat Yusuf yang dijalan, yang masih berjuang, agar menyampaikan aspirasinya dengan santun dengan cara-cara yang baik, sebagai mahasiswa yang intelek. Doa ibu untuk kalian semua anak-anakku,” pungkasnya.

Baca Juga :  Diduga Suspect Corona, Lukman Abunawas Dirawat di RS Bahteramas

Hal senada juga disampaikan oleh Ramlan, ayah Yusuf Kardawi, yang mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang hingga saat ini masih mengawal kasus tersebut. Tetapi sebagai orang tua dirinya berharap, perjuangan ini harus mewakili semua lapisan masyarakat.

“Keadilan haruslah kita tuntut, tapi cara-caranya harus bisa diterima banyak pihak. Jangan ada aksi anarkis, berjuanglah dengan baik, perhatikan keselamatan diri, jaga kepentingan umum,” ungkapnya.

“kepada anak-anakku dilapangan, yang terus berjuang, silahkan berjuang. Ayahmu berpesan, pertama jagalah keselamatan diri, tunjukan aksi damai tidak melakukan kerusakan fasilitas umum, kemudian satu lagi kami ingatkan, kalian (anak-anakku) adalah titipan orang tua dalam menuntut ilmu, sehingga dalam perjuangan ingat cita-cita. Kalian harus menjadi orang sukses. Agar semua bisa berjalan seiring sejalan,” ujarnya.

Mengingat kondisi ditengah pandemi Covid-19, dirinya berharap seluruh mahasiswa yang melakukan demonstrasi, wajib memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami sama dengan kalian (sahabat Randi dan Yusuf), yang menuntut keadilan, itulah dipikiran kami, terimakasih. Hanya yang perlu kami titipkan pada sahabat – sahabat almarhum, dalam menyampaikan aspirasi ini, menyampaikan pikiran – pikiran yang baik itu, lakukanlah dengan cara yang tertib,” tutupnya.

Komentar