Tak Kunjung Selesai, Pembagunan Jalan Nasional di Rawua Terkesan Lambat

  • Whatsapp

Unaaha,sultrademo.co – Progres pengerjaan jalan nasional yang rusak di desa Rawua kecamatan Sampara masih sangat lambat, sehingga menjadi biang kerok kemacetan. Padahal sejatinya, jalan tersebut seharusnya tuntas dikerja sejak Desember 2019 lalu.

Menurut Rusdianto, Ketua Dpc PDI-P kab Konawe, saat ditemui di kantor DPRD Konawe, pengerjaan jalan permanen di desa Rawua masih sangat lambat. Dirinya mengaku, sering melihat kemacetan parah padahal proyek serupa di tempat lain, dimana pengerjaannya benar-benar dikebut agar bisa cepat dilalui masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Harusnya bisa cepat karena itu terkait jalan umum yang setiap hari dilintasi masyarakat. Saya lihat di Rawua, pekerjaannya tidak terlalu berat-berat amat dan saya kira semua masyarakat liat sendiri bentangan jembatan dan jarak Secara teknis, itu pekerjaan yang tidak susah,” sindirnya, Selasa (10/3).

Dengan kondisi yang ada sekarang di jalur trans Sulawesi itu, lanjut Rusdianto, warga yang melintasi jalur itu pasti dirugikan. Khawatirnya jika pekerjaaan seperti sekarang bertele-tele proyek jembatan tersebut tidak akan selesai pada waktunya akhirnya warga jadi Korban Bukan hanya waktu tempuh yang semakin lama akibat macet, kendaraan yang bobot muatannya besar tidak diperbolehkan melintasi jembatan darurat yang dibangun di lokasi tersebut.

“Jelas mereka rugi sebab ada cost (biaya, red) yang bertambah jika mereka beralih ke jalur alternatif lain. Makanya balai pelaksana jalan nasional (BPJN )XXI Kendari harusnya bisa memberi penekanan agar diadakan percepatan secara prinsip warga sangat mendukung pembagunan jalan ini hanya saja jangan memperlambat pengerjaanya

Ditanya mengenai masa kerja kontraktor yang bakal selesai akhir Maret 2020 ini, Rusdianto menyebut, terkait jasa konstruksi, itu sudah ada aturan mainnya tersendiri. Kata dia, BPJN XXI Kendari seyogyanya menyiapkan langkah penanganan apabila jangka waktu pelaksanaan proyek itu sudah lewat, serta masa dendanya juga sudah berakhir.

“Saya sebagai warga Konawe khususnya yang boleh dibilang hampir setiap hari melewati jalan tersebut, harapan saya jalur itu bisa cepat selesai. Saya rasa, itu juga menjadi harapan semua warga Konawe,” tutupnya.

 

Laporan : Jumardin

 

Pos terkait