Tamalaki Sultra Haramkan 500 TKA Masuk di Bumi Anoa Saat Situasi Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Sultrademo.co – Polemik tentang rencana kedatangan 500 TKA kembali hangat. Menyusul sikap Gubernur Sultra, Ali Mazi yang mengizinkan TKA masuk di Sultra untuk bekerja di PT VDNI dan PT OSS dalam situasi Pandemi Covid-19.

Perizinan terhadap kedatangan 500 TKA Cina ini, mencuat saat Ali Mazi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bidang ketenagakerjaan bersama dengan jajaran Forkopimda, sejumlah OPD, rektor berbagai universitas, serta beberapa ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di Aula Merah Putih, rumah jabatan Gubernur Sultra, Jumat (12/6/2020) kemarin.

Bacaan Lainnya

Diketahui, sebanyak 146 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China dijadwalkan akan tiba di Kendari, Sultra pada 23 Juni 2020. Mereka merupakan gelombang pertama dari total 500 TKA yang akan bekerja di perusahaan tambang PT VDNI dan PT OSS di Morosi, Konawe.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Tamalaki Sultra Alfian Annas, S.H mengutuk keras sikap Gubernur Sultra disaat warga sultra sedang berjuang memutus mata rantai penyebaran covid 19. Gubernur malah mengizinkan 500 TKA Masuk di Bumi Anoa.

“Perlu saya tegaskan bahwa wabah Covid 19 ini kita ketahui dari Negeri tirai bambu asal 500 TKA yg akan masuk di bumi anoa,” tegasnya.

Menurutnya, jika hal tersebut tetap dipaksakan maka tidak menutup kemungkinan 500 TKA ini akan menjadi sumber pintu masuk penularan Covid-19 di daerah yang kita cintai ini.

“Atas dasar ini kami berikan Ultimatum keras kepada Gubernur, apabila 500 TKA tetap dipaksakan masuk dalam situasi pandemi ini, kami TAMALAKI SULTRA secara kelembagaan akan melakukan Aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang besar memboikot seluruh pintu masuk 500 TKA,” kecamnya.

Hal senada juga disampaikan Oschar Sumardin Kader Tamalaki Sultra. Mengatakan bahwa sikap Gubernur terlalu ceroboh tanpa mempertimbangkan kondisi terburuk yang akan dialami masyarakat sultra apabila 500 TKA ini masuk.

“Perlu saya tegaskan bahwa kami tidak menolak investasi, tapi apabila investasi berujung bencana bagi masyarakat Sulawesi Tenggara maka dengan keras kami menolak, untuk itu Kami Haramkan TKA masuk di Wilayah Sultra dalam situasi pandemi Covid 19 seperti ini,” tandasnya.

 

Pos terkait