Terbukti, Penambangan KSO MTT Didalam IUP  PT. Antam Tbk Pada Eks IPPKH KMS27 Berada Wilayah Kec. Andowia

Berita acara keputusan tapal batas dua Kecamatan

Konawe Utara, sultrademo.co–  Kemelut tapal batas antara wilayah Kecamatan Andowia dan Molawe ahirnya menemui titik terang, setelah dilakukan musyawarah antara kedua wilayah tersebut, bersama Kapolres Konawe Utara di ruang Bupati Kabupaten konawe utara. Senin,(18/4/2022).

Merujuk pada dokumen lama yang lahir 11 tahun lalu tanggal 25 februari 2011 yakni berita acara tentang kesepakatan tapal batas Kecamatan Molawe dan Andowia, Kabupaten Konut. Di ketahui pada Berita acara tersebut ditandatangani oleh Usman A.Ma, kala itu sebagai Camat Andowia, serta Sekretaris Camat (Sekcam) Molawe, Sahir.

Bacaan Lainnya
 

Sebagai penguat dari berita acara itu, Sejumlah Toko dan masyarakat yang berjumlah 16 orang sebagai saksi ikut bertandatangan dalam dokumen tersebut, mereka di antaranya. Kapospol Molawe, kasi pemerintahan, Lurah Molawe, beberapa Kades, serta tokoh masyarakat seperti Andi Dolla, Alimuddin, Sahabudin, Burama, Jabar H, dan  lapiliha.

Surat tersebut melahirkan dua butir kesepakatan yakni: perama, tapal batas Kecamatan Molawe dan Kecamatan Andowia ditunjuk atau ditetapkan kali Watubangga, dengan catatan jembatan dan kali Watubangga masuk wilayah Andowia, ke dua di sebelah utara, berbatasan dengan kali Emea, dengan catatan kali Emea masuk wilayah Kecamatan Andowia.

Kesepakatan lama tersebut, diakui keberadaannya pada saat di lakukanya musyawarah di hadapan Kapolres Konut, Camat Andowia serta Camat Molawe pada sabtu tertangal 16 april 2022. Namun saat itu belum bisa suguhkan keberadaannya karna merupakan arsip lama yg harus di cari terlebih dahulu

Dokumen bersejarah ini terkait tapal batas kedua wilayah di akui secara defakto dalam seluruh lapisan element masyakat Kecamatan Andowia dan Kecamatan Molawe . Untuk di hormati keberadananya yang menjadi kesepakatan penting.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kecamatan Andowia, Muhammad Rizky, kepada media Sultrademo.co mengungkapkan, pemicu panjangnya pembahasan tapal batas ini, berawal dari klaim perusahaan tambang nikel yang tergabung dalam KSO MTT PT. Antam bekerja sama PT. LAM yang di Motori saudara Basman bahwa tempat beraktivitasnya berada di Kecamatan Molawe dengan merujuk alamat eks PT KMS 27 yang diangap cacat secara hukum keberadaannya.

“Padahal masyarakat Andowia mengatahui pasti , lokasi pertambangan di wilayah IUP PT Antam eks KMS 27 merupakan wilayah administrasi Kecamatan Andowia, Desa Puusuli Dan Puuwonua,” ucapnya.

“jangan sampai karna demi kepentingan sepihak perusahaan pertambangan yang bergerak di wilayah IUP PT.ANTAM Eks PT.KMS 27 ,masyarakat dari dua wilayah diadu domba dalam menghalalkan segala cara serta segala bentuk aktiftasnya dalam rangka untuk mengaburkan substasi”, beber Riski  
Lanjut rizky menambahkan bahwa  Bagian Pemerintahan Pemkab Konut sebelumnya juga telah memberikan peta delineasi tahun pada 2019 lalu tentang tapal batas masing-masing wilayah Kecamatan Andowia dan  Kecamatan Molawe.  Dengan melihat peta tersebut bahwa batas wilayah tetap mengikuti sungai-sungai kecil antara kedua wilayah dimaksud.

Maka merujuk dari dokumen masa lalu serta peta delineasi dari pemerintahan maka jelaslah aktifitas pertambangan yang berada di dalam IUP PT. Antam Eks PT. KMS 27 berada di wilayah adminstrasi Kecamatan Andowia

“Peta delineasi tahun 2019 ini menjadi acuan pemerintah dalam menentukan batas wilayah sementara antara Kecamatan Andowia dan Molawe, sampai adanya peta terbaru atau pembaharuan delineasi”. Tambahnya

Dari kedua dokumen penting itu, Risky berharap dapat mengakhiri konfik dan senketa tapal batas antara kedua wilayah secara administrasi, agar ketentraman dan keselarasan antara kedua wilayah masyarakat  tetap terbingkai dalam persaudaraan dan kebersamaan.

Sementara dari kegiatan KSO MTT PT. Antam Tbk Pada IUP Eks PT. KMS27 Saat ini Kata Riski bersama masyarakat Andowia akan kembali memberhentikan aktifitasnya, sampai adanya itikat baik dari perusahaan kepada masyarakat Kecamatan Andowia terkait progres serta tangung jawab sosial kepada masyarakat, dan yg terpenting hak2 masyakarat pemilik lahan yg harus segera di bicarakan dan di sepakati, terkait legal atau tidaknya perusahaan

“Penerobasan wilayah tidak akan pernah di biarkan apalagi mengkalim wilayah yg bukan menjadi hak wilayah pengklaim apa Apalagi ini di lakukan oleh perusahaan secara sepihak . Sejengkal wilayah kec andowia akan tetap di pertahankan secara admistrasi oleh masyarakat yang ada, karna sejatinya tapal batas adalah ruang-ruang kebijakan yang akan menjadi acuan dalam segala hal khususnya investasi. Tukasnya

Laporan: Supriyadin Tungga

 

Pos terkait