Tolak TKA, Tamalaki Sultra Unras Hingga Dini Hari

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Taman Pemuda dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) Sulawesi Tenggara (Sultra) rupanya tak goyah untuk merapatkan barisan menolak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok.

Tamalaki Sultra tidak gentar dan masih memblokade pintu masuk bandara hingga terjadi bentrok dengan aparat kepolisian pada pukul 01.00 WITA, Rabu, (24/6/2020).

Bacaan Lainnya

Alfian Annas, Ketua Tamalaki Sultra menegaskan tetap pada pendirian awal sebelum datangnya 500 TKA di Bumi Anoa.

“Keberadaan pekerja asing itu dianggap menjadi polemik di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara, untuk menginjakkan kaki melalui Bandara Halu Oleo Kendari,”ujarnya.

“Massa aksi Tamalaki Sultra menolak keras dan mengharamkan tenaga kerja asing China, yang di jadwalkan tiba di Bandara Haluoleo Kendari tepat jam 18.00, walaupun sudah titik puncak, kami tetap menunggu dan memboikot Bandara Halu Oleo,” tambah Alfian.

Ia menegaskan, pihaknya pantang mundur, sebelum menarik diri dari beberapa gabungan gerakan penolakan masuknya TKA Tiongkok.

“Kami dari lembaga Tamalaki Sultra tidak akan membubarkan diri sebelum TKA Tiongkok sudah memastikan diri tidak masuk di Bumi Anoa dengan identitas yang tidak jelas. Kami tetap konsisten dan tidak menghalalkan kedatangan TKA Tiongkok,” Ujarnya.

Massa aksi yang tergabung dari beberapa elemen dan lembaga lainnya menolak untuk membubarkan diri dari depan gerbang ke perempatan menuju bandara.

“Keputusan ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara kepada tenaga kerja asing, memutuskan bersama Forkopimda Sultra, tanpa melihat konsekuensi kehidupan sosial masyarakat saat ini. (Padahal) pandemi virus corona itu dari negara China, hingga menyalurkan virus di belahan dunia” tutupnya.

Laporan : Ilfa
Editor : MA

Pos terkait