Panen Padi Dicanangkan 3 Kali Setahun, Pemkab Konawe Dirikan Koperasi

  • Whatsapp

Unaaha, Sultrademo.co – Kabupaten Konawe menjadi epicentrum daerah di Sultra penghasil beras terbesar dan daerah pertama yang memiliki koperasi bidang pertanian.

Koperasi tersebut telah berbadan hukum dan bertujuan memberikan edukasi kepercayaan petani agar lebih produktif dalam meningkakan hasil panen. Misi besarnya yakni meprogram musim tanah padi tiga kali setahun agar bisa berjalan dengan baik dan bertambah hasil produksinya.

Bacaan Lainnya

Secara resmi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan menyerahkan akta sekaligus meresmikan pendirian Koperasi Sumber Rejeki Konawe (KSRK) di Balai Desa Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.

Kata Sekda, koperasi Sumber Rejeki Konawe ini mencanangkan program tanam tiga kali dalam satu setahun, namun demikian banyak hal yang bisa menjadi kendala saat ini dengan alat pertanian yang sedikit terbatas dan tak seimbang luas wilayah sawah produksi di Konawe.

“Tapi kita akan mencari jalan keluarnya dengan adannya koperasi ini bisa banyak memberikan jalan keluar apa yang jadi titik permasalahan hari ini kurangnya alat armada pertanian, besar kemungkinan akan teratasi dengan hadirnya beberapa penyedia kebutuhan pertanian, seperti produsen pupuk, produsen pestisida dan bibit padi yang dibutuhkan petani nantinya,” ujarnya.

Untuk awal MT tiga kali setahun itu, lanjut Ferdinand anggota koperasi akan mengolah sekira 301 hektare, dan jika berhasil Pemda Konawe siapkan lokasi pertanian seluas 5000 hektare.

“Benih yang akan diimplementasikan nantinya yang berumur dibawah 100 hari, dan masih terbatas hingga saat ini, kemungkinan MT kedua benih bisa dikembangkan luasan areal penanamannya akan bertambah,” ujarnya.

Karna hasil produksi pertanian di Konawe yang terus meningkat dan bulog hanya mampu membeli 5 persen dari hasil pertanian, kemungkinan, tambah Ferdinand melalui wadah koperasi akan mencoba membuka akses diluar Konawe, apakah melalui pemerintah dan pemerintah mempasilitasi, atau dari koperasi ke perusahaan swasta.

“Beras yang ada ini kita akan coba membangun komunikasi ke perusahaan yang ada di Morosi, sehingga bisa menyuplai ke koperasi karyawan PT.VDNI agar hasil panen dari 301 hektare yang diolah, sehingga jejaring lingkup pasarannya¬† bisa meluas bukan saja di Sultra tetapi bisa keluar di provinsi lain,” tuturnya.

Berkaitan dengan ketersedian alat produksi pertanian, Ferdinand menambahkan kemungkinan tidak akan menjadi kendala, karena MT akan diatur jadwalnya sehingga tidak bersamaan dengan petani lainnya, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan dinas terkait supaya jadwal panen teragonisir dan hasilnya bisa menambah nilai ekonomis.

“Untuk fasilitas pertanian yang ada jelasnya disaat wilayah lain mereka tidak gunakan alat handtraktor, koperasi ini akan menggunakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Laporan : Jumardin

 

  • Whatsapp

Pos terkait