Bantuan 2.000 Ton Beras Konawe Dikirim ke Sulut, Sekda Minta Pastikan Tepat Sasaran

Konawe, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras ke daerah lain. Kali ini, sebanyak 2.000 ton beras dikirim untuk masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut).

Pengiriman bantuan dilepas secara simbolis di halaman Kantor Bupati Konawe, Senin (2/2/2026). Pelepasan diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand, SP, MH, mewakili Bupati Konawe, Yusran Akbar.

Bacaan Lainnya

Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog. Bantuan ini menegaskan peran Konawe sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Ini merupakan wujud nyata kontribusi daerah dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Ferdinand dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Menurut dia, capaian tersebut berkat sinergi pemerintah daerah, Bulog, lembaga penelitian, dan pemerintah pusat. Sinergi itu, kata dia, memastikan tata niaga beras berjalan baik.

Ferdinand menekankan pentingnya pengawalan distribusi agar bantuan tepat sasaran.

“Penyaluran bantuan ini harus dikawal dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat penerima,” tegasnya.

Dia menyebut, penghargaan dari Menteri Pertanian kepada Bulog Konawe menjadi bukti keberhasilan tata kelola pangan di daerah tersebut.

“Pelepasan beras ini tidak hanya simbol solidaritas, tetapi juga tanggung jawab bersama memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Bantuan beras ke Sulut melanjutkan tradisi Konawe menyalurkan beras ke berbagai daerah, seperti Papua, Sulawesi Tengah, dan Ambon.

Dengan doa dan semangat kebersamaan, bantuan ini diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat penerima di Sulut.

“Juga semakin memperkokoh posisi Kabupaten Konawe sebagai penopang utama pangan di Sultra dan Indonesia,” harap Ferdinand.

Kegiatan pelepasan bantuan juga dihadiri Kepala Bulog Konawe, Abdan Djarmin, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Konawe.

Kabupaten Konawe dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sultra. Surplus produksinya memungkinkan daerah ini aktif berkontribusi menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan pengawalan ketat, bantuan 2.000 ton beras itu diharapkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sulut yang membutuhkan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait