Sultrademo.co – 90000 lebih orang terjangkit. 3000 orang lebih meninggal di seluruh dunia. Awalnya kasus menimpa 1 WNI yg menjadi PRT di Singapura. Kita masih tenang. Bertambah 9 WNI yg bekerja di Kapal Pesiar Diamond Princess. Kita mulai panik, pemerintah masih santai. WNA China masih bebas masuk, pengunjung asing masih bebas ke Indonesia.

Hari ini 2 WNI Depok dinyatakan positif Covid 19. Haruskah kita tetap bersikap biasa? Ketenangan memang diperlukan. Namun bersikap santai adalah sebuah kenaifan. Diluar terlalu banyak berseliweran isu pemerintah menutupi kasus Corona di Indonesia. Statement pendukung keraguan justru hadir dari PM Australia yang mengatakan, mustahil negara sebesar indonesia tidak ada kemungkinan terkena corona.

Negara kecil seperti singapura pun memiliki jumlah kasus yg cukup banyak. 108 positif corona. Tanpa sama sekali berharap Virus Corona menjangkiti Rakyat Indonesia, namun mengutip statement WHO “Setiap Negara Harus Siap Akan Kasus Pertamanya.” Pada akhirnya yang selama ini dikhawatirkan terjadi jua. 2 Orang Pertama di Indonesia dinyatakan Positif Corona.

Kepanikan melanda. Panic buy terjadi di sebagian tempat. Mengira chaos akan berkepanjangan.Padahal, pasokan aman. Barang yang kosong akan direstock, terbukti hari kedua super market yg kehabisan sdh terisi kembali. Masyarakatpun tdk seharusnya panik berlebih apalagi berkhayal akan ada kerusuhan. Kita semua berharap dan yakin, akan dapat menghadapi cobaan Internasional ini dengan baik. Seperti yang dikatakan Aming, yang membunuh bukanlah Corona, tapi orang kaya serakah yang tidak menyisakan untuk saudaranya. Jangan egois.

Yang paling penting bagaimana sikap pemerintah dan kebijakan yang diambilnya. Mirisnya, masih ada pejabat publik yang berharap WNA Cina kembali ke Indonesia. Menurutnya Penderita Corona di Cina sudah menandakan kesembuhan 50% diantaranya. Sungguh sikap yang naif. Di saat pandemic yang melibatka penularan Airbourne (Udara) dan sentuhan seperti ini, tidak seharusnya memikirkan keuntungan yang masih beresiko. Justru saat tdk ditangani benar, Penyebaran Corona di Indonesia bisa meluas, mematikan, merugikan dan menguras lebih banyak biaya Negara dibanding untungnya.

Belum lagi Menteri Kesehatan yg terlalu banyak berstatement asal – asalan. Kinerja jajaran Kemenkes akan di framing negatif oleh media, bila Menkesnya bercakap seperti Komandan pada prajuritnya. Prajurit selalu siap perintah, apapun ucapan komandan, akan diiyakan. Media dan masyarakat tidak demikian. Besar harapan rakyat statement yang dikeluarkan harus berkualitas. Langkah tepat Presiden Jokowi menunjuk Jubir penanganan Corona, semoga personilnya tepat dan komunikatif. Agar tidak lagi terjadi blunder komunikasi.

Fakta terbaru tentang 243 WNI asal wuhan yang dipulangkan dan di karantina namun tidak diuji tes Corona Virus karena alat dianggap mahal, membuat masyarakat bergunjing tentang pemerintah. Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali penuh, pemerintah harus fair mengungkap semua data. Ini bukan kejadian Korupsi, skandal ataupun Konspirasi yang bisa disembunyikan. Virusnya terlalu kecil, tidak kelihatan. Tapi korbanya nyata. 1 Warga Bekasi Positif Corona sudah tewas karena penanganan yang kurang tanggap.

Baca Juga :  Menyoal Independensi KPU dan BAWASLU Kolaka Timur di Pilkada Tahun 2020

Diperlukan sikap dewasa dan tidak mempolitisir kejadian ini. Terlepas dari dukung tidak mendukung, langkah Gubernur DKI sudah tepat dalam merespon penularan Corona. Membuat tim penanganan dan penjemput juga hotline, adalah sikap tepat. Diharapkan seluruh daerah, pejabatnya, Gubernur, Bupati, Walikota, melakukan pelayanan yang sama. Kita harus bersatu, lepaskan perbedaan.

DPP Lumbung Informasi Rakyat, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah2 tegas dan berani dengan tuntutan sebagai berikut :

1. Stop aliran pekerja asing dari Cina dan negara lainya hingga waktu yang dinyatakan 100% dunia aman dari penyebaran Corona. 0 Kasus. Manfaatkan pekerja pribumi untuk menggantikan fungsi mereka.

2. Meminta pemerintah jujur dan terbuka dalam menginformasikan fakta – fakta dan perkembangan penanganan Corona.

3. Melakukan filtering border. Tidak mengizinkan siapapun yang bersuhu badan tinggi memasuki Indonesia baik darat, laut dan udara secara ketat, saklek, tegas, tanpa negosiasi.

4.Menuntut Pemerintah secara kilat memberikan kursus penanganan virus Corona untuk Kepala Rumah Sakit & Puskesmas, agar diturunkan pada jajaran sehingga terdapat SOP cepat tepat saat terjadi penemuan kasus.

5. Mewajibkan Pemerintah menyisir, merazia dan menangkap spekulan masker dan antiseptic, melarang resmi kenaikan harga masker dan alat kesehatan.Selanjutnya memproduksi Masker besar – besaran untuk dibagikan gratis pada Rakyat.

6. Melakukan langkah2 yang mennangkan rakyat dan memberi bukti progres positif yang meyakinkan Rakyat bahwa Indonesia Aman dari penyebaran Corona Virus.

DPP LIRA akan bersinergi dan mendukung langkah pemerintah dalam kebenaran untuk rakyat. Kita adalah bangsa beradab yang memperlakukan rakyat yang sakit selayaknya manusia yang perlu pertolongan. Kita tidak akan seperti Korea Utara yang menembak mati rakyatnya yang terinfeksi Corona. Rakyat berharap pemerintah melakukan yang terbaik. LIRA dibawah kepemimpinan Presiden Ollies Datau, bersama Para Gubernur LIRA, Bupati LIRA dan kader – kader terbaik diseluruh Indonesia, akan mengawal amanat rakyat ini. LIRA Mendengar, Melihat, Berbuat!!!

Komentar