Impian Bangsa Tanpa Rasuah

  • Whatsapp

Oleh :
Varhan Abdul Aziz
Wasekjend DPP LIRA

“A Power , Tend To Corrupt. Absolut lr Power, Tend to Corrupt absolutely”.
– Lord Acton –

Bacaan Lainnya

Tidak ada bangsa yang tidak memiliki koruptor. Kalau ada berarti isinya malaikat semua. Manusia lahir dengan kemungkinan – kemungkinan berbuat jahat. Berpotensi juga berbuat baik. Maka yang harus dijaga adalah bagaimana membentuk generasi yang probabilitas jahatnya mendekati 0.

Pencegahan melalui budaya dan etos ada pada pola preventif, penangkapan bisa dibilang pencegahan juga. Tapi sifatnya kuratif, setelah terjadi, baru ditindak, diobati agar tidak mengerogoti negara lebih banyak. Orangnya di tangkap dengan harapan insyaf, tdk mau lagi hidup gratisan di hotel.prodeo, makan beras jatah negara.

Sayangnya, yang ditangkap seringkali tidak memberikan feedback kepada negara. Uang rakyat disedot, hukumanya penjara, korupsinya miliaran, dendanya ratusan juta. Kalau orang jualan bisa bangkrut , BEP saja tidak. Ada beberapa kasus yang surplus, Nazarudi dan Angelina Sondakh, mereka dimiskinkan, negara dapat kembali banyak. Tapi sisanya, masih banyak tangkapan rugi.

Jadi apa yang paling untung? Extra preventif act, melalui kultur, budaya, etos, national character building. Pencegahanya puluhan tahun sebelum seorang daftar ASN atau Pegawai Negara, Berpuluh – puluh tahun saat mereka belum jadi Asdep, Direktur, Deputi, Sekjend atau orang – orang berkuasa level esselon. Ya saat mereka baru kenal uang baru belajar jajan, dari masa balita masi nyusu ibunya. saat itu sudah harus diajarkan arti kejujuran.

Berkaca pada jepang yang terkenal sebagai budaya malu paling tinggi, sejak kecil mereka diajarkan arti menjadi manusia berintegritas. Dari sikap, prilaku, hingga kebiasaan. Naoto Kan, Perdana Menteri Jepang, mundur dari jabatan , bukan karena korupsi, tapi karena malu tidak bisa meningkatkan ekonomi Jepang pasca Tsunami. Ya! MALU ADALAH KUNCI!

Selanjutnya, kedekatan dengan tuhan menjadi penguat hidup bersih. Semua agama mengajarkan kebaikan. Korupsi bukan kebaikan, maka pasti dilarang agama. Pemahaman kuat mendalam akan dosa sejak dini menjadi benteng pencegah. Buat anak – anak kita takut dengan dosa, karena ada hidup selanjutnya yang akan jadi gambaran pembalasan perilaku kita di dunia.

Sebagaimana umat Islam di Indonesia enggan memakan Babi karena larangan agama dan rasa takut dosa. Bagaimana keyakinan itu juga dapat tertanam dalam ‘croc brain’ untuk menjadi takut untuk mencoba, enggan untuk berfikir, bahkan tidak mau membayangkan mengambil yang bukan hak-nya

Kemudian, ajarkan generasi kita untuk menjadi insan yang berempati dengan penderitaan orang yang tidak lebih beruntung hidupnya. Edukasi mereka untuk melihat kebawah. Teladani mereka dengan kesederhanaan. Latih mereka untuk tidak hidup berlebihan, meski orang tuanya mampu.

Hadirkan kemampuan mereka untuk membayangkan kemiskinan, kelaparan dan bagaimana menjadi orang yang tidak berdaya. Agar saat mereka punya kuasa, selalu terpatri ingatan, amanah itu dititipkan tuhan untuk menjawab doa orang – orang tertindas. Dari jabatanya mereka hadir untuk membuat perubahan bagi rakyat jelata.

“Kemiskinan Dekat Dengan Kekufuran.” Maka jadi kewajiban negara mensejahterahkan rakyatnya, pasti budaya – budaya kufur perlahan luntur. Karena keinginan hidup yang lebih baik, Maka kufurnya mereka akan cari cara instan. Korupsi bisa jadi solusi. Begitu kira2 setan promosi.

Pertanyaanya kalau rakyatnya masih ada yang miskin, mana dulu yang diselesaikan? Yg miskin dulu atau korupsi? Lingkaran setan tak berkesudahan. Kerjakan keduanya, kemiskinan diatasi, korupsi dicegah,dibasmi, dihabisi.

Yang korupsi itu bukan orang miskin kok, mereka yang ketangkap sampai pakai jaket orange, kan orang2 yg pernah punya kuasa. Jadi, bolehlah dimiskinkan, kalau tidak mau dimatikan seperti di cina. Siapa sepakat koruptor dimiskinkan? Saya dan anda pasti setuju.

Upaya Kuratif ini akan efektif, kalau konsisten dilaksanakan.Teknisnya terserah pemerintah, yang penting harus ada efek jera.role model korban hukum pertama harus ditunjukan. Agar tidak ada lagi yang mau berbuat, karena takut ancaman yang dahsyat. “Kejahatan Bukan Hanya Terjadi Karena Ada Keinginan, Tapi Karena Ada Kesempatan.”
-Alm.Bang Napi-

Seminim mungkin kesempatan korup harus dihilangkan. Dibuat juga klasifikasi korupsi, kalau saya boleh mengusulkan

1jt – 10jt : pengembalian, dan denda sebanyak yang dirugikan. (2x lipat rugi)

10jt – 50jt : pengembalian, denda, sanksi administrasi, penurunan pangkat dsb

50jt – 200jt : pengembalian, denda, penjara, pemberhentian tidak hormat

200jt – 1miliar : pengembalian, denda, penjara, penyitaan aset (dimiskinkan)

1 miliar keatas :
hukuman mati

ya tapi diatas hanya usulan. Khusus hukuman mati, perlu dikaji kembali aturan Hukumnya dan bila ada celah mematikan koruptor kakap, pastikan agar bukan tumbal yang menjadi target koruptor hukuman mati. Seperti kita ketahui, akal koruptor selevel abu nawas. Selalu ada tumbal yg siap untuk dikorbankan. Jangan sampai yang tumbal mati, dalangnya hidup dan lanjut panen benalu.

Kemudian perlu diperhatikan, klasifikasi korupsi yang dilakukan karena kesengajaan dan niat, dan korupsi karena ketidaksengajaan akibat ketidaktahuan regulasi. Jangan sampai yang meregang nyawa, orang – orang yang alfa akan regulasi.

Apapun itu, kita bangga, bangsa kita sedang, mau dan harus menuju kesana. BUMN sedang disikat habis, Kementrian lain menunggu giliranya. Kita berharap, suatu hari nanti, wartawan akan kehabisan berita tentang KKN. Karena Indonesia sudah jadi peringkat 1 sebagai negara dengan indeks anti korupsi tertinggi.

sebelum sampai disana. Kita bermimpi dulu. Karena mimpi itu gratis!

Selamat Hari Anti Korupsi Internasional 9 Desember 2019!

Pos terkait