Raha, Sultrademo.co –Kawasan kumuh Desa Lagasa Kecamatan Duruka, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk tahap pengerjaan. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama atau groun breaking oleh wakil ketua komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae sebagai tanda dimulainya pekerjaan pada Jum’at 3 Maret 2023.
Penuntasan kawasan kumuh tersebut menggunakan anggaran sejumlah Rp 15,8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pada kesempatan tersebut Bupati Muna La Ode Muhammad Rusman Emba menyebut masyarakatnya sangat antusias untuk bersama-sama menuntaskan Kawasan kumuh yang ada di Desa Lagasa melalui pembangunan tersebut meski dengan keterbatasan anggaran.
“Untuk terus melakukan pembangunan-pembangunan kita masih terkendala pada persoalan DAK fisik dan keterbatasan anggaran, namun kita akan terus berupaya untuk menuntaskan wilayah kumuh yang ada di Desa Lagasa ini. Tentunya juga pembangunan ini membuat Pemerintah Daerah (Pemda) maupun masyarakat yang semakin antusias,” kata Rusman Emba, Jumat (3/3) kemarin.
Bupati Muna dua periode ini mewanti-wanti agar pihak luar tidak menghalangi penuntasan kawasan kumuh di Desa Lagasa. Selain itu, terkait perbaikan jalan yang telah disosialisasikan dimasyarakat sebelumnya Bupati berjanji akan menuntaskannya tahun ini.
“Saya berharap kepada para kepala desa dan masyrakat Desa Lagasa agar tidak menghalangi proses ini. Jika terjadi kendala-kendala terkait pembangunan silahkan disampaikan ke kami karena ini untuk kebutuhan dan kesejatraan masyarakat. Kalau terkait perbaikan jalan in syaa Allah akan kami tuntaskan juga tahun ini. Tentu ini merupakan usaha dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, pak Ridwan Bae sehingga perbaikan jalan tahun ini bisa dilakukan,” katanya.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae mengatakan, Desa Lagasa mendapat perhatian karena wilayah tersebut menjadi pintu masuk Kabupaten Muna, makanya perlu dilakukan penataan dan penuntasan kawan agar tidak terlihat kumuh.
“Tentunya, apabila wilayah ini kumuh terus menerus akan menjadi pemandangan yang tidak bagus sehingga perlahan kita atasi. Terlebih lagi wilayah ini menjadi salah satu pintu masuk Kabupaten Muna. Selain itu, untuk anggaran peningkatan kawasan kumuh di Muna ada dua yakni Desa Lagasa dan Kecamatan Batalaiworu. Namun karena keterbatasan APBN sehingga dialihkan dan difokuskan ke Desa Lagasa,” kata Ridwan.
Ridwan berharap agar masyarakat turut membantu kelancaran pelaksanaan proyek pembangunan peningkatan kualitas kawasan kumuh yang ada sekaligus turut memelihara. Sehingga diperlukan masyarakat untuk berperan aktif dalam dalam kelancaraannya.
“Kami berharap masyarakat tidak menghambat pekerjaan yang ada untuk proses kelancaran pekerjaan. Proyek ini kita dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. Untuk krontraktornya perhatikan kualitasnya dan mengerjakan sebagaimana mutu yang diharapkan. Diharapkan juga, pengawasan proyek ini bisa berjalan semestinya,” tegas Mantan Bupati Muna dua periode ini.
Laporan: Pitra
 






