Konawe, Sultrademo.co – Proyek pembangunan Revitalisasi Lanjutan III di Inolobunggadue Center Park (ICP), Kabupaten Konawe, yang menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar dari APBD Konawe, menuai sorotan tajam.
Sejumlah kejanggalan ditemukan dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV. Altazza Dwi Kontruksi tersebut, meskipun mendapat pendampingan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe.
Dalam perjalanannya proyek, yang kini telah mencapai tahap Penyelesaian Hasil Operasional (PHO), hasil pembangunan dinilai jauh dari ekspektasi.
Diantaranya pagar bangunan yang dikerjakan hanya sebatas pemeliharaan bukan bangunan baru, dengan nilai Rp 5 miliar untuk kanopi, paping block dan gapura dinilai tidak masuk akal.
Koordinator Forum Komunikasi Aktivis Konawe, Irfan, mengungkapkan dugaan adanya indikasi penyimpangan terkait pembangunan kawasan food court di ICP yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe.
“Kami menduga ada indikasi kuat tindak pidana korupsi dalam proyek ini. Dengan anggaran sebesar itu, realisasi pembangunan yang ada sangat tidak wajar dan tidak memenuhi standar yang seharusnya,” ujar Irfan saat mendatangi kantor JPN Kejari Konawe, Selasa (25/2/2025).
Lebih lanjut, ia juga menyoroti dugaan relasi yang tidak transparan antara pihak kontraktor dan sejumlah oknum di Kejari Unaaha yang terlibat dalam pendampingan hukum proyek tersebut.
Ia menilai ada potensi penyalahgunaan wewenang yang menyebabkan hasil pembangunan tidak sesuai dengan anggaran yang telah dikucurkan.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap fakta yang sebenarnya dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Konawe, Nada Ayu Dewindu Ridwan, SH, MH, menegaskan bahwa JPN hanya memberikan pendapat hukum terkait administrasi proyek, tanpa terlibat dalam aspek teknis pengerjaan.
Laporan: Jumardin
Editor: Muhammad Sulhijah










