Soal Eksekusi Lahan PGSD, PN Kendari Mengaku Tidak Tahu Menahu

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Soal eksekusi lahan Ex PGSD, Pengadilan Negeri (PN) Kendari mengaku tidak tahu menahu perihal pelaksanaan yang bertempat di Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rabu, 8/1.

Rencananya, eksekusi lahan seluas empat hektar yang diklaim milik warga bernama Kikila Adi Kusuma bakal dilakukan pengosongan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sultra.

Bacaan Lainnya

Humas PN Kendari Kelik Trimargo menyebutkan, ekseskusi bukan dilakukan oleh juru sita pengadilan Pemprov Sultra. Kendati pemprov mengklaim bidang tanah itu sudah Berkekuatan Hukum Tetap (BHT) berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor: 3018 K/Pdt/2017.

“Dari juru sita PN, bahwa eksekusi bukan pengadilan yang lakukan tapi pemda (Sultra) dan Satpol PP, pengadilan tidak tau tentang eksekusi itu,” tegas Kelik Trimargo kepada ZonaSultra, saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp.

Kelik juga mengaku merasa heran, menyusul pemprov tak pernah melakukan koordinasi kepada pihak PN Kendari. Justru menurut dia, Pemda jalan sendiri melakukan eksekusi tanpa melalui pengadilan sebagai eksekutor.

“Itulah yang saya heran kok pemda jalan sendiri tanpa koordinasi PN. Juru sita sampaikan begitu tadi, pemda katanya mau mengamankan aset mereka. Di Kendari tentang eksekusi banyak yang salah kaprah, pemda pikir mereka bisa langsung ambil alih, padahal ada mekanisme eksekusi kalau berdasarkan putusan MA,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Setda Sultra, La Ode Ali Akbar menjelaskan, untuk eksekusi hari ini pihaknya telah menyiapkan satu unit excavator untuk melakukan pembersihan bangunan yang ada di lahan itu.

“Kita sudah pinjam excavator milik Dinas Pekerjaan Umum (PU). Total personil yang kita kerahkan sekitar 700 personil gabungan,” jelasnya di kantor Gubernur Sultra, (6/1)

Personil gabungan itu, kata Ali Akbar terdiri dari 400 personil Pol PP, 100 personil Yonif 725/Woroagi, 20 personil Polisi Militer (POM), 100 personil Brimob Polda Sultra, 60 personil Polres Kendari dan sejumlah Babinsa.

Meski saat ini Kikila Adi Kusuma selaku ahli waris lahan eks PGSD tengah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) terkait sengketa lahan tersebut, namun Ali Akbar mengaku tidak akan gentar dengan hal itu.

Laporan : Irvan

Pos terkait