Tantangan dan Peluang Perbankkan di Era Industri 4.0

  • Whatsapp

Sultrademo,co – Istilah era industri 4.0 pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, yang merupakan sebuah revolusi industri keempat. Khususnya di Indonesia yang saat ini sudah menggarap atau sedang menghadapi era industri 4.0.

Era ini dikenal dengan masa di mana segala kegiatan manusia sudah di lakukan dengan mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya atau sering di sebut dengan era digital revolution. Sehingga dalam praktinya pekerjaan manusia banyak tergantingan akibat dari kemajuan teknologi.

Bacaan Lainnya

Hal ini tentulah disebabkan karena dengan menggunaan mesin pengerjaanya dapat mengifisienkan waktu dan dapat dikerjakan lebih cepat selain itu dengan menggunakan mesin juga akan menguragi penggunaan tenaga kerja yang dimana jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga kerja manusia.

Contoh dalam praktiknya kegiatan dalam pabrik lebih banyak dikerjakan mesin seperti pabrik beras dalam memproduksi beras yang mengerjakannya adalah mesin baik mulai dari proses pengeringan hingga pengemasan, kemajuan teknologi lainnya seperti penggunaan robot yang dimana saat ini di Negara maju seperi Jepang, Singapura hingga Amerika sudah menggunakan tenaga robot dalam mengerjakan pekerjaan manusia baik pekerjaan rumah tangga, perhotelan dan kegiatan lainnya.

Untuk di Indonesia sendiri pengaruh dari adanya kemajuan teknologi adalah dengan hadirnya berbagai aplikasi yang memberikan kemudahan serta memanjakan konsumen. Contoh adanya aplikasi pembelajaan secara online seperti Shopee, Toko pedia, Buka lapak, yang hanya perlu tersedia dalam gejed dan terhubung dengan internet. Dengan kemudahan yang disediakan di era 4.0 ini masyarakat tentulah menginginkan pelayanan yang mudah dan cepat.

Masyarakat yang saat ini tidak gagap terhadap teknologi, ini tentulah menjadi tantangan tersendiri untuk pihak perbankan untuk menjawab permasalah ini.
Tantangan perbankan saat ini diantaranya adalah dengan hadirnya aplikasi yang memberi kemudahan dalam proses pembayaran atau transaksi yang saat ini seperti dengan menggunakan OVO, Go- pay, Linkaja dan True money sehingga masyarakat akan lebih memilih penggunaan aplikasi tersebut.

Tantangan lainnya adanya persaingan antara perbangkan itu sendiri baik Bank Konvensional dan Bank Syariah, keinginan nasabah yang menginginkan pelayanan yang baik, mudah dan cepat, kamajuan teknologi yang begitu pesat juga memberikan peluang kepada pihak lain yang hebat dalam menggunakan teknologi untuk melakukan kejahatan dengan mengakses informasi atau data dari nasabah sehingga terjadi tindakan penipuan sehingga pihak perbankan perlu meningkatkan pengamanan terhadap data nasabah, sikap apatis masyarakat terhadap layanan perbankan serta adanya sikap nyaman terhadap aplikasi yang sebelumnya sehingga memberikan kesulitan tersendiri untuk terlepas dari kebiasaan tersebut.

Dengan adanya penggunakan teknologi , semua menjadi serba mudah, cepat, dan praktis. Maka tentulah untuk menghadapi era industri 4.0 ini tidak mudah. di era 4.0 kita di tuntut untuk lebih cerdas, baik dan unggul agar kedudukan manusia dalam dunia kerja tidak dapat digeser atau digantikan. Hal yang serupa juga tentulah perlu dilakukan oleh pihak perbankan dalam menghadapi era 4.0 adapun peluang perbankan dari adanya era 4.0 adalah kaum milenial dan masyarat yang tidak bisa lepas dari gejet sehingga perbankan perlu meningkat inovasinya dalam memanfaatkan peluang ini, pihak perbankan perlu meningkatkan kualitas pelayanan dalam hal perlindungi data nasabah, meberikan terobosan yang terbaru dalam memanjakan dan memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah, mampu mengelola penggunaan teknologi IT serta pihak perbankan harus mampu menyikapi dan memanfaatkan era digitalisasi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kinerja perbankan secara menyeluruh.

Jika perbankan mampu atau sudah terintegritas dengan dunia digital maka transformasi dari pelayanan perbankan ini akan sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang meliputi pelayanan, akses dan transaksi.

Pos terkait