Kendari, sultrademo.co – Puluhan aktivis perempuan dari beberapa Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menamai dirinya sebagai Jaringan Perempuan Pembela HAM (PPHAM) menggelar Temu Wilayah di Kendari pada 1-2 Maret 2023. Tujuannya untuk bermusyawarah mendiskusikan tentang kondisi perlindungan dan pemenuhan hak sipil politik, ekonomi sosial budaya mereka.
Pasalnya selama ini Perempuan Pembela HAM telah berkontribusi banyak dalam menegakkan hak-hak kelompok miskin, marginal, dan perempuan korban kekerasan.
Tentu dalam menjalankan aktifitasnya Perempuan Pembela HAM (PPHAM) memiliki kerentanan dan risiko yang besar atas pekerjaan yang dilakukan, sampai sering kali mendapatkan berbagai bentuk ancaman, kekerasan dan balas dendam dari pelaku, mengalami pelecehan dan kekerasan seksual, mengalami kecelakaan lalu lintas saat melakukan pendampingan, mengalami tekanan psikologis, mendapatkan KdRT dari pasangan dan keluarga, mengalami keguguran kehamilan saat memberikan pendampingan, mengalami stroke saat bekerja, serta risiko mengalami kanker rahim dan kanker payudara dan terpapar Covid-19.
Kerentanan dan resiko kerja Perempuan Pembela HAM yang tinggi ternyata tidak dibarengi dengan jaminan keamanan, keselamatan kerja dan perlindungan sosial. Atas refleksi terhadap kondisi tersebut puluhan perempuan pembela HAM di Sultra bersepakat membentuk jaringan perempuan pembela HAM di Sulawesi Tenggara.
Jaringan ini dibentuk sebagai wadah untuk perlindungan, ruang aman, pemulihan, penguatan kapasitas, ruang pengkaderan dan dukungan untuk daya tahan PPHAM sehingga menghasilkan kondisi PPHAM yang bahagia, sejahtera dan aman.
Sarifain salah satu PPHAM yang hadir mengatakan jika PPHAM dapat mencapai kondisi yang aman, bahagia,sejahtera maka mereka dapat memperjuangkan penegakan hak hak perempuan dan memberikan pelayanan bagi perempuan korban kekerasan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Untuk mencapai kondisi tersebut harus ada komitmen negara atas perlindungan keamanan dan hak ekosob PPHAM,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber Ketua Forum CSR Dr, Laode Samsul Barani menerangkan forum CSR dibentuk di Sulawesi Tenggara dalam rangka mengkonsolidasikan program CSR di perusahaan agar dapat sinergi dengan kebijakan pembangunan. Dikatakannya Jaringan PPHAM Sultra sangat mungkin membangun kerjasama dan MOU dengan forum CSR Sulawesi Tenggara.
“Forum CSR dapat berperan sebagai jembatan untuk mengakseskan program-program kerja Jaringan PPHAM Sultra pada CSR di Perusahaan yang ada di Sulawesi Tenggara untuk memperkuat keberlanjutan jaringan PPHAM Sultra kedepan dalam kegiatan tersebut,” kata Syamsul Barani.
Selain itu merumuskan cita-cita dan nilai-nilai bersama serta model gerakan dan tatakelola jaringan PPHAM pendamping perempuan korban kekerasan di Sultra serta menyusun arah serta program strategis untuk penguatan dan keberlanjutan gerakan jaringan PPHAM di Sultra.
Pada pemilihan pengurus Jaringan PPHAM Sultra terpilih Linda dari PeKKA Baubau, Nuzzulan Yayasan Lambuina, Lili Multi Pusbakum Aysiah, Husnawati RPS, dan Sarifain Alpen Sultra.
Laporan: Muh Sulhijah
 






