Ricuh Anggota TNI vs Brimob usai Laga Bola di Buton Selatan

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co – Kericuhan sempat pecah antara sejumlah anggota TNI dan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) usai pertandingan sepak bola di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Masiri, Buton Selatan, Minggu (4/1/2026). Namun, insiden tersebut kini dipastikan telah berakhir damai.

Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif. Ia menyebut bentrokan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antarpemain di lapangan.

Bacaan Lainnya
 

“Sudah diselesaikan (damai), situasi sudah kondusif. Hanya ada kesalahpahaman saja,” kata Ali, Senin (4/1/2026).

Peristiwa ini bermula saat pertandingan turnamen lokal yang mempertemukan Lamaindo FC (bermateri pemain anggota TNI) melawan Labeta FC (bermateri pemain anggota Brimob). Ketegangan diduga mulai memuncak akibat provokasi dari bangku penonton.

Seorang warga di lokasi berinisial RM mengungkapkan, aksi saling adu yel-yel antarsuporter membuat tensi pertandingan memanas meski skor masih imbang.

“Suporter Lamaindo FC ini yel-yel terus karena mereka kan banyak. Di sini makin memanas. Tadi juga ada orang tua sampai banting kursi,” ujar RM.

Begitu peluit panjang dibunyikan, suporter dari kedua belah pihak merangsek masuk ke lapangan. Aksi saling pukul dan kejar-kejaran tak terhindarkan, bahkan meluas hingga ke jalan raya di sekitar lapangan yang sempat membuat warga setempat panik. Akibat insiden ini, sejumlah anggota dari kedua institusi dilaporkan mengalami luka-luka.

Menyikapi hal tersebut, jajaran pimpinan daerah dan komandan satuan langsung bergerak cepat melakukan mediasi. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kapolres Buton, Dandim, Sekda Buton Selatan, serta Komandan Batalyon dari pihak Yonif TP dan Brimob.

“Kami sudah sampaikan ke pasukan bahwa kesalahpahaman ini tidak berlanjut lagi, dan sudah selesai,” tegas Ali Rais.

Rencananya, Bupati Buton Selatan selaku inisiator turnamen akan kembali mempertemukan kedua belah pihak secara resmi di tempat yang sama.

Langkah ini diambil guna memastikan soliditas kedua instansi tetap terjaga, mengingat turnamen tersebut sejatinya bertujuan untuk menjaring bibit atlet sepak bola di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan personel TNI dalam insiden tersebut.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait